4-Octanol dari TCI adalah alkohol sekunder beratom karbon delapan dengan gugus hidroksil pada karbon keempat, sehingga di satu sisi terdapat rantai propil dan di sisi lain rantai butil. Di laboratorium kimia organik, senyawa ini dipakai sebagai *building block* nonheterosiklik untuk membuat keton, ester, eter, dan alkil halida bercabang. Senyawa ini juga berguna sebagai senyawa model dalam studi reaksi alkohol sekunder dan sebagai senyawa acuan dalam analisis kromatografi isomer-isomer oktanol.
Senyawa ini dipilih karena posisi gugus hidroksilnya berada di tengah rantai, sehingga reaktivitas dan sifat fisiknya berbeda dengan 1-octanol maupun 2-octanol. Perbedaan ini penting dalam kajian yang membandingkan pengaruh posisi gugus fungsi terhadap laju reaksi, selektivitas, atau perilaku retensi. Gugus hidroksil sekundernya mudah dioksidasi menjadi 4-oktanon, diesterifikasi, atau diubah menjadi gugus pergi. Rantai alkilnya memberi kelarutan yang baik dalam pelarut organik.
Di Indonesia, 4-Octanol cocok untuk laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium analitik yang menangani senyawa volatil dan aroma, serta kelompok riset yang mempelajari katalisis oksidasi alkohol. Mahasiswa yang mengerjakan penelitian tentang selektivitas oksidasi atau hubungan struktur dan sifat isomer alkohol akan terbantu dengan tersedianya senyawa ini. Kemasan 5mL sesuai untuk kebutuhan riset skala kecil, uji katalis, dan penyiapan standar analitik.
- Substrat oksidasi alkohol sekunder: dipakai untuk menguji katalis atau pereaksi oksidasi karena produknya, 4-oktanon, mudah diidentifikasi dan dikuantifikasi dengan kromatografi gas.
- Standar kromatografi isomer oktanol: berguna sebagai senyawa acuan untuk membedakan dan mengidentifikasi isomer oktanol pada analisis GC senyawa volatil dan aroma.
- Studi pengaruh posisi gugus fungsi: dibandingkan dengan 1-octanol dan 2-octanol untuk mengkaji bagaimana letak gugus hidroksil memengaruhi laju reaksi dan sifat fisik.
- Sintesis ester bercabang: dapat diesterifikasi dengan berbagai asam karboksilat untuk menghasilkan ester bercabang yang dikaji dalam penelitian aroma, pelumas, dan plasticizer.
- Pembuatan alkil halida dan olefin internal: diubah menjadi gugus pergi atau didehidrasi untuk mempelajari regioselektivitas eliminasi dan substitusi pada alkohol sekunder internal.
| Merek | TCI (kode produk O0155) |
|---|---|
| Nomor CAS | 589-62-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL |
| Bentuk fisik | cairan (dipasok dalam satuan volume) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber api; ikuti label dan SDS |
Simpan 4-Octanol dalam botol kaca aslinya yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari panas serta sumber api. Pisahkan dari oksidator kuat, asam klorida pekat, dan pereaksi halogenasi. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Pakai pipet bersih untuk mengambil bahan dan tutup botol segera setelah digunakan agar tidak terkontaminasi. Bacalah SDS resmi sebelum mulai bekerja.
- Burgot dkk. (1990). Water/n-octanol thermodynamic parameters of some phenothiazines. International Journal of Pharmaceutics doi:10.1016/0378-5173(90)90242-v
- Fu dkk. (2012). Determination of Log P by Dispersive Liquid/Liquid Microextraction Coupled with Derivatized Magnetic Nanoparticles Predispersed in 1-Octanol Phase. Analytical Sciences doi:10.2116/analsci.28.589
- Leite dkk. (2001). Increased Dilator Response to Heptanol and Octanol in Aorta from DOCA-Salt-Hypertensive Rats. Pharmacology doi:10.1159/000056069
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
