Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 77-92-9

Asam Sitrat – Citric Acid, CAS 77-92-9, TCI C1949

Asam Sitrat – Citric Acid, CAS 77-92-9, TCI C1949

Identitas Kimia

No. CAS
77-92-9
PubChem
CID 311·SID 87558243
Rumus molekul
C6H8O7
Berat molekul
192.12 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-hydroxypropane-1,2,3-tricarboxylic acid
SMILES
C(C(=O)O)C(CC(=O)O)(C(=O)O)O
InChIKey
KRKNYBCHXYNGOX-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Rp 333.900,00 Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Citric acid (asam sitrat) adalah senyawa organik yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium. Sebagai salah satu bahan dasar kimia, asam sitrat memiliki peran penting dalam sintesis senyawa lain, serta digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan pH rendah. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai proses seperti pembuatan senyawa organik, pengaturan pH larutan, dan sebagai bahan pengawet alami dalam beberapa eksperimen. Karena sifatnya yang mudah larut dalam air dan memiliki rasa asam, asam sitrat menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.

Citric acid memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah terdegradasi, sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, senyawa ini tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang sesuai, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan. Dalam laboratorium, asam sitrat juga digunakan untuk mengatur pH larutan, memberikan asam dalam reaksi kimia, dan sebagai bahan bantu dalam proses kristalisasi. Karena karakteristik tersebut, asam sitrat menjadi bahan yang sangat populer dalam berbagai bidang ilmu kimia.

Di Indonesia, asam sitrat digunakan secara luas dalam laboratorium penelitian, industri farmasi, dan pendidikan. Banyak institusi pendidikan tinggi serta perusahaan riset menggunakan asam sitrat sebagai bahan dasar dalam eksperimen kimia, pengujian kualitas produk, dan penelitian terapan. Ketersediaan asam sitrat dalam bentuk kemasan yang praktis juga memudahkan penggunaan dan penyimpanan di laboratorium lokal.

  • Asam sitrat digunakan untuk mengatur pH larutan dalam eksperimen kimia karena sifatnya yang dapat menurunkan pH secara efektif.
  • Bahan ini sering dipakai dalam proses sintesis senyawa organik sebagai reaktan atau katalis dalam reaksi kimia tertentu.
  • Asam sitrat digunakan dalam pengujian kualitas air untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan dalam sampel.
  • Senyawa ini juga digunakan dalam pembuatan senyawa kompleks seperti asam sitrat natrium, yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia.
  • Asam sitrat dapat digunakan sebagai bahan bantu dalam proses kristalisasi dan pengendapan senyawa kimia.

Dari brosur TCI

  • Ekstraktan logam untuk daur ulang baterai lithium ion (bagian Extractants)
  • Agen leaching untuk daur ulang baterai lithium ion (bagian Leaching Agents)

Merek TCI
Nomor CAS 77-92-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 500g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari panas dan kelembapan

Data dari brosur TCI

Ukuran kemasan500g

Sumber: TCI brochure FF164 (2024-01-16)

Asam sitrat harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan langsung sinar matahari. Simpan di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan yang dapat mengurangi kualitas bahan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Karena sifatnya yang tidak beracun, asam sitrat relatif aman, tetapi tetap harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menjaga keamanan di laboratorium.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.