Fumaric Acid (Asam Fumarat) adalah senyawa organik yang memiliki struktur karbon dengan dua gugus karboksil. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik dan reaksi polimerisasi. Sebagai bahan dasar (building block), Fumaric Acid memainkan peran penting dalam pembentukan senyawa kompleks melalui reaksi seperti esterifikasi, hidrolisis, dan reaksi adisi. Karena sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan bahan kimia dengan fleksibilitas tinggi.
Fumaric Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, namun sangat reaktif terhadap kondisi tertentu seperti suhu tinggi atau kelembapan berlebihan. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk padat, dengan rasa asam yang terasa. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi sifat fisiknya, Fumaric Acid menjadi pilihan yang sangat baik untuk eksperimen yang membutuhkan presisi dan kualitas tinggi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Fumaric Acid digunakan secara luas dalam berbagai bidang seperti kimia organik, farmasi, dan industri makanan. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, pengembangan produk kimia, serta pengujian kualitas bahan baku. Dengan ketersediaan yang cukup dan harga yang terjangkau, Fumaric Acid menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi laboratorium di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Pembuatan polimer biodegradable sebagai bahan baku industri ramah lingkungan
- Pengujian kualitas bahan makanan untuk memastikan keamanan dan kebersihan
- Reaksi hidrolisis untuk memecah senyawa kompleks menjadi bentuk sederhana
- Produksi ester yang digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 110-17-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung |
Fumaric Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan serta paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan peralatan pelindung yang sesuai seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selama penyimpanan, pastikan suhu ruangan tetap stabil dan tidak terlalu tinggi untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Karena sifatnya yang tidak beracun, Fumaric Acid relatif aman dalam penggunaan normal, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Karageorgaki dkk. (2014). Chiral reconstruction of Cu(110) after adsorption of fumaric acid. Surface Science doi:10.1016/j.susc.2014.01.010
- Yin dkk. (2021). Production of Acrylic Acid from Biomass-Derived Fumaric Acid under Hydrothermal Conditions. Energies doi:10.3390/en14175456
- Mrowietz dkk. (1999). Treatment of severe psoriasis with fumaric acid esters: scientific background and guidelines for therapeutic use. British Journal of Dermatology doi:10.1046/j.1365-2133.1999.03034.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
