=====PRODUK 1=====
5-Chloro-2-iodoaniline dengan nomor CAS 6828-35-9 adalah senyawa organik golongan anilin tersubstitusi yang berperan sebagai building block atau blok penyusun dalam sintesis organik di laboratorium kimia. Senyawa ini termasuk dalam kategori Non-Heterocyclic Building Blocks dari lini Building Blocks merek TCI, yang berarti ia digunakan sebagai bahan awal untuk merakit molekul yang jauh lebih kompleks melalui berbagai reaksi katalitik. Kehadiran gugus amino (–NH₂) sekaligus dua atom halogen, yaitu klorin pada posisi 5 dan iodin pada posisi 2, menjadikannya senyawa serbaguna untuk modifikasi struktur secara bertahap. Di laboratorium, senyawa ini lazim dipakai sebagai substrat dalam reaksi kopling silang yang dikatalisis logam transisi, seperti reaksi Buchwald–Hartwig, Suzuki, dan Sonogashira. Dengan demikian, peran utamanya adalah sebagai zat antara (intermediate) untuk membangun senyawa target, baik untuk keperluan penelitian, pengembangan kandidat obat, maupun sintesis bahan kimia khusus.
Karakteristik utama yang membuat 5-Chloro-2-iodoaniline dipilih di laboratorium adalah perbedaan reaktivitas antara dua atom halogennya yang memungkinkan kemoselektivitas tinggi. Atom iodin jauh lebih reaktif dalam reaksi oksidatif adisi pada katalis paladium maupun tembaga dibandingkan atom klorin, sehingga posisi iodin dapat difungsionalisasi terlebih dahulu tanpa mengganggu posisi klorin. Sifat ini memberi kendali regioselektif yang sangat berharga ketika peneliti ingin membangun molekul bertingkat dengan strategi sintesis yang terencana. Selain itu, gugus amino bebas pada senyawa ini dapat langsung berpartisipasi dalam reaksi aminasi untuk membentuk ikatan karbon–nitrogen, atau dilindungi terlebih dahulu dengan gugus pelindung sesuai kebutuhan strategi sintesis. Ketersediaannya dalam kemasan 5 gram dari TCI dengan kualitas untuk keperluan sintesis juga menjadikannya praktis untuk pekerjaan skala laboratorium, baik untuk skrining kondisi reaksi maupun preparasi senyawa dalam jumlah sedang.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak digunakan di laboratorium kimia organik sintetik di perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta laboratorium riset dan pengembangan industri kimia dan farmasi. Peneliti Indonesia yang mengembangkan bahan aktif farmasi, bahan kimia halus, maupun kandidat senyawa untuk aplikasi material sering memanfaatkan anilin tersubstitusi ini sebagai titik awal sintesis. Ketersediaan building block berkualitas melalui distributor seperti AMI Scientific memudahkan laboratorium di berbagai kota untuk memperoleh bahan ini tanpa harus mengimpor langsung. Senyawa ini juga relevan untuk penelitian yang berorientasi pada pengembangan obat, pestisida, pigmen, serta senyawa bioaktif berbasis kerangka aromatik. Dengan dukungan ketersediaan reagen penunjang dan kompetensi sintesis organik yang semakin baik di dalam negeri, pemanfaatan building block seperti 5-Chloro-2-iodoaniline diperkirakan akan terus meningkat di Indonesia.
- Reaksi kopling silang Buchwald–Hartwig: senyawa ini berperan sebagai elektrofil aril yang bereaksi dengan amina atau amida memakai katalis paladium untuk membentuk ikatan karbon–nitrogen pada posisi iodin secara selektif.
- Sintesis kemoselektif bertahap: atom iodin yang lebih reaktif dapat difungsionalisasi lebih dulu, sedangkan atom klorin dipertahankan untuk modifikasi lanjutan, sehingga memungkinkan strategi sintesis bertingkat yang terkendali dan efisien.
- Reaksi kopling Sonogashira: gugus iodida aril ini mudah menjalani kopling dengan alkuna terminal memakai katalis paladium dan tembaga untuk menghasilkan aril-alkuna yang berguna sebagai zat antara sintesis.
- Pembuatan zat antara farmasi dan ligan: kerangka anilin terhalogenasi menjadi bahan awal untuk menyusun turunan quinazolin, indol, dan senyawa heterosiklik lain yang sering ditemukan pada kandidat obat.
- Bahan awal untuk reaksi Ullmann dan aminasi katalis tembaga: pasangan gugus amino dan iodida memungkinkan reaksi kopling yang dikatalisis logam tembaga untuk membangun senyawa nitrogen aromatik bagi penelitian material.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 6828-35-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | sesuai keterangan pada label kemasan produsen (senyawa anilin terhalogenasi umumnya berwujud padatan) |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, pada tempat sejuk dan kering |
- Nomor katalog: C2239
Penyimpanan yang lazim untuk 5-Chloro-2-iodoaniline adalah dalam wadah kaca gelap atau botol reagen asli yang tertutup rapat, disimpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa aromatik terhalogenasi dapat mengalami degradasi bila terpapar cahaya dan kelembapan dalam waktu lama. Wadah harus diberi label yang jelas memuat nama senyawa, nomor CAS, dan tanggal penerimaan. Saat menimbang atau memindahkan, gunakan spatula bersih dan hindari menghasilkan debu; pekerjaan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium untuk mencegah kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat serta sumber panas dan api. Pastikan wadah selalu ditutup kembali setelah pemakaian dan catat tanggal pertama kali dibuka untuk memantau kondisi bahan selama digunakan.
—
