2-Iodoaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Bahan ini memiliki struktur dasar anilina dengan substitusi iod pada posisi 2, sehingga memberikan sifat reaktivitas tinggi yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya. Dalam laboratorium, 2-Iodoaniline sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa organik kompleks.
Karena memiliki kelompok iod yang sangat elektron-defisit, 2-Iodoaniline memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, terutama dalam reaksi substitusi elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina dan aseton, sehingga memudahkan proses pemanasan dan reaksi kimia. Karena sifat tersebut, senyawa ini dipilih dalam berbagai eksperimen sintesis kimia yang membutuhkan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, 2-Iodoaniline digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa farmakologis dan senyawa bahan kimia industri. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen kimia untuk pendidikan tingkat tinggi dan penelitian riset, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan substitusi iod pada posisi 2
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmakologi
- Pembuatan bahan baku untuk industri farmasi dan kimia
- Eksperimen kimia organik untuk pendidikan tingkat universitas
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-43-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
2-Iodoaniline harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang reaktif, sehingga harus ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.
- Li dkk. (2012). ChemInform Abstract: CuI‐Catalyzed One‐Pot Synthesis of Benzothiazolones from 2‐Iodoaniline‐Derived Carbamates and Sodium Sulfide.. ChemInform doi:10.1002/chin.201235139
- Şahin dkk. (2003). Electrochemical synthesis of poly(2‐iodoaniline) and poly(aniline‐co‐2‐iodoaniline) in acetonitrile. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.12395
- Xu dkk. (2017). Measurement and Correlation of the Dissolution Equilibria ofo-Iodoaniline andp-Iodoaniline in Pure Solvents. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.7b00840
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
