2,4-Dichloroanisole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan dasar (building block) dalam pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa aromatik. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reaktan yang dapat berpartisipasi dalam reaksi substitusi elektrofilik atau reaksi kondensasi.
Karakteristik utama dari 2,4-Dichloroanisole adalah struktur molekulnya yang stabil dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan kimia. Senyawa ini memiliki sifat polar dan memiliki titik didih yang relatif tinggi, yang memudahkan proses pemanasan dan pemisahan dalam reaksi kimia. Karena sifat kimianya yang konsisten dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dichloroanisole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa obat dan bahan kimia industri. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk melatih mahasiswa dalam teknik reaksi kimia dan pemahaman tentang struktur molekul.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam kimia organik
- Pembuatan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan pelapis
- Penelitian tentang struktur dan reaktivitas senyawa aromatik
- Eksperimen pendidikan untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 553-82-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,4-Dichloroanisole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan panas berlebihan atau sinar UV. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Simpan jauh dari bahan yang bersifat reaktif atau inflamable untuk mencegah risiko kecelakaan.
- Ribeiro da Silva dkk. (2008). Thermochemical study of four isomers of dichloroanisole. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2008.02.003
- Park dkk. (2013). Extent of Nucleophilic Participation in the Solvolyses of an Aryl Chloromethyl Ether, α, p -Dichloroanisole. Journal of Chemical Research doi:10.3184/174751913x13734534378121
- Ramu dkk. (2010). Temperature‐ and pressure‐dependent study of 35Cl NQR frequency and spin lattice relaxation time in 2,3‐dichloroanisole. Magnetic Resonance in Chemistry doi:10.1002/mrc.2627
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
