2,4,6-Trichloroanisole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa dengan struktur kompleks. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai prekursor yang dapat bereaksi dengan berbagai reaktan lain untuk menghasilkan produk yang lebih kompleks.
2,4,6-Trichloroanisole memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Struktur molekulnya yang memiliki tiga klorin di posisi aromatik membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam sintesis senyawa organik. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini sering dipilih dalam eksperimen yang memerlukan keakuratan dan kontrol tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam pengembangan senyawa obat, bahan kimia industri, serta penelitian lingkungan. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang kompetitif, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi penelitian.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks dengan struktur substitusi klorin
- Pengembangan senyawa obat sebagai bahan baku dalam farmakologi
- Reaksi elektrofilik untuk pembentukan senyawa heterosiklik
- Penelitian lingkungan terkait degradasi senyawa kimia
- Eksperimen kimia organik untuk studi reaktivitas molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87-40-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2,4,6-Trichloroanisole harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya disimpan di ruangan dengan ventilasi yang baik dan dijauhkan dari bahan kimia yang bersifat reaktif. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia sangat disarankan untuk memastikan keamanan dan presisi dalam eksperimen.
- Mazzoleni dkk. (2007). Effect of wine style on the perception of 2,4,6-trichloroanisole, a compound related to cork taint in wine. Food Research International doi:10.1016/j.foodres.2006.11.014
- Pertile dkk. (1990). A nuclear quadrupole resonance study of the solids 2,3,6-trichloroanisole, 2,4,6-trichloroanisole and p-chloroanisole. Journal of Physics: Condensed Matter doi:10.1088/0953-8984/2/21/010
- Aung dkk. (2004). Detection of 2,4,6-trichloroanisole in microorganism-free irradiated raisins by solid-phase microextraction and GC-MS. Journal of Stored Products Research doi:10.1016/s0022-474x(03)00048-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

