Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 519-87-9

N,N-Diphenylacetamide, CAS 519-87-9, TCI D0868

N,N-Diphenylacetamide, CAS 519-87-9, TCI D0868

Identitas Kimia

Nama lain
N-Acetyldiphenylamine
No. CAS
519-87-9
PubChem
CID 10615·SID 87567474
Rumus molekul
C14H13NO
Berat molekul
211.26 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N,N-diphenylacetamide
SMILES
CC(=O)N(C1=CC=CC=C1)C2=CC=CC=C2
InChIKey
DKLYDESVXZKCFI-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00008685
Harga reguler Rp 1.881.600,00
Harga reguler Rp 1.331.400,00 Harga obral Rp 1.881.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

N,N-Diphenylacetamide dari TCI adalah amida tersier yang terbentuk dari asam asetat dan difenilamina. Pada senyawa ini, atom nitrogen amida mengikat dua cincin fenil sekaligus dan satu gugus asetil. Di laboratorium kimia organik, bahan ini dipakai sebagai building block non-heterosiklik, sebagai senyawa model untuk mempelajari perilaku amida aromatik, dan sebagai bahan antara dalam sintesis turunan difenilamina. Strukturnya sederhana, sehingga senyawa ini juga berguna untuk tujuan pengajaran dan pembanding analitik.

Senyawa ini dipilih karena tidak memiliki hidrogen pada nitrogen amida, sehingga tidak dapat menjadi donor ikatan hidrogen N–H. Perilakunya karena itu berbeda dari amida primer atau sekunder dalam pelarutan, kristalisasi, dan reaksi. Dua cincin fenil membuat molekulnya cukup hidrofobik dan memberi serapan UV yang jelas, sehingga mudah dipantau dengan KLT maupun HPLC. Gugus asetilnya dapat dilepas melalui hidrolisis untuk kembali ke difenilamina, sehingga asetil dapat berperan sebagai gugus pelindung sementara.

Di Indonesia, bahan ini cocok untuk laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium analisis yang memerlukan senyawa pembanding, dan tim pengembangan yang meneliti turunan difenilamina untuk antioksidan, pewarna, atau bahan aktif. Kemasan 25g cukup untuk beberapa rangkaian percobaan, uji kelarutan, dan praktikum lanjutan tanpa sering memesan ulang. Bahan berkualitas TCI juga membantu memastikan hasil yang konsisten ketika percobaan perlu diulang oleh mahasiswa atau analis yang berbeda.

  • Senyawa model amida tersier: tidak adanya N–H membuatnya ideal untuk membandingkan sifat spektroskopi IR dan NMR dengan amida primer serta sekunder.
  • Gugus pelindung difenilamina: asetilasi nitrogen menurunkan reaktivitasnya, lalu hidrolisis asam atau basa dapat mengembalikan difenilamina setelah tahap sintesis lain selesai.
  • Bahan antara sintesis: cincin fenil yang terikat pada nitrogen amida dapat difungsionalisasi lebih lanjut untuk membuat turunan difenilamina tersubstitusi bagi riset bahan dan farmasi.
  • Standar kromatografi: serapan UV yang kuat dari dua cincin aromatik memudahkan pemakaiannya sebagai pembanding retensi pada KLT dan HPLC fase terbalik.
  • Praktikum kimia organik: reaksi hidrolisis amida dan rekristalisasinya dapat dijadikan percobaan pengajaran yang aman serta mudah diamati di laboratorium perguruan tinggi.

Merek TCI
Nomor CAS 519-87-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan, lihat CoA untuk rincian tiap lot
Penyimpanan suhu ruang, wadah tertutup rapat, kering dan terlindung dari cahaya

Simpan N,N-Diphenylacetamide dalam botol asli yang tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk pada suhu ruang, terlindung dari sinar matahari langsung dan jauh dari asam atau basa kuat serta oksidator. Saat menimbang, gunakan spatula bersih dan lakukan di area berventilasi atau lemari asam untuk mengurangi paparan debu. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan mata dan kulit, cuci tangan setelah bekerja, dan rujuk SDS untuk informasi bahaya serta pembuangan limbah.

  • Apostolov dkk. (2018). STUDYING OF THE LIPOPHILICITY AND TOXICITY OF DIPHENYLACETAMIDE DERIVATIVES. Contemporary Materials doi:10.7251/comen1801022a
  • Hosten dkk. (2014). Redetermination of the crystal structure of N,N-diphenylacetamide, at 200 K, C14H13NO. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1515/ncrs-2014-0089
  • MATT dkk. (1993). ChemInform Abstract: A Convenient Synthesis of Carbamoylmethylphosphines. X‐Ray Structure of (Diphenylphosphino)‐N,N‐diphenylacetamide.. ChemInform doi:10.1002/chin.199338268

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.