2,5-Di-tert-butylhydroquinone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks atau sebagai penghambat oksidasi. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang efektif, membantu mencegah degradasi senyawa lain selama proses reaksi.
Karena sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk menangkap radikal bebas, 2,5-Di-tert-butylhydroquinone dipilih sebagai bahan yang dapat diandalkan dalam berbagai aplikasi kimia. Senyawa ini memiliki daya tahan terhadap suhu dan reaksi kimia tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam kondisi laboratorium yang beragam.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia, pengembangan obat, dan produksi bahan kimia industri. Karena ketersediaan dan kehandalannya, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dan ilmuwan di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sebagai antioksidan dalam sintesis senyawa organik kompleks untuk mencegah degradasi.
- Dalam reaksi kimia yang memerlukan stabilitas oksidatif untuk memperpanjang waktu reaksi.
- Sebagai bahan bantu dalam pembuatan senyawa farmakologis untuk meningkatkan efektivitas.
- Dalam penelitian material kimia untuk meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi.
- Sebagai komponen dalam formulasi bahan kimia industri untuk memperpanjang masa simpan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88-58-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- Okubo (1997). Contribution of oxygen radicals to DNA cleavage by quinone compounds derived from phenolic antioxidants, tert-butylhydroquinone and 2,5-di-tert-butylhydroquinone. Toxicology Letters doi:10.1016/s0378-4274(96)03823-4
- Kutil dkk. (2014). The influence of the quinone antioxidantstert-butylhydroquinone and 2,5-di-tert-butylhydroquinone on the arachidonic acid metabolismin vitro. Food and Agricultural Immunology doi:10.1080/09540105.2014.988126
- Fernando dkk. (1996). Pinocytosis in 2,5-di-tert-butylhydroquinone-stimulated hepatocytes and evaluation of its role in Ca2+ inflow. Molecular and Cellular Biochemistry doi:10.1007/bf00250992
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
