2,4-Dichloro-6-methylpyrimidine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai studi kimia organik, termasuk dalam penelitian tentang senyawa obat, bahan kimia industri, dan senyawa yang memiliki aktivitas biologis. Sebagai salah satu komponen dasar dalam sintesis senyawa kompleks, senyawa ini memiliki peran penting dalam membangun struktur molekul yang lebih besar dan kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti substitusi, reduksi, dan reaksi kondensasi. Struktur molekulnya yang mengandung dua klorin dan satu metil pada cincin pirimidin membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan modifikasi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat dalam laboratorium yang memerlukan senyawa dengan sifat reaktif dan spesifik.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dichloro-6-methylpyrimidine digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan senyawa baru, dan studi tentang aktivitas biologis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering digunakan oleh peneliti yang bekerja di bidang farmakologi, kimia makanan, dan teknologi material.
- Digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Cocok untuk reaksi substitusi klorin dalam senyawa pirimidin
- Dapat dipakai dalam penelitian biokimia untuk aktivitas antioksidan
- Berguna dalam pembuatan senyawa kimia industri seperti pestisida dan bahan plastik
- Dapat menjadi bahan dasar dalam studi struktur molekul kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5424-21-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,4-Dichloro-6-methylpyrimidine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan area kerja terhindar dari percikan dan bocoran.
—

