Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 50583-51-2

(-)-Di-p-anisoyl-L-tartaric Acid TCI D3491

(-)-Di-p-anisoyl-L-tartaric Acid TCI D3491

Identitas Kimia

Nama lain
(-)-Bis(4-methoxybenzoyl)-L-tartaric Acid
No. CAS
50583-51-2
PubChem
CID 11704418·SID 87559415
Rumus molekul
C20H18O10
Berat molekul
418.35 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R,3R)-2,3-bis[(4-methoxybenzoyl)oxy]butanedioic acid
SMILES
COC1=CC=C(C=C1)C(=O)OC(C(C(=O)O)OC(=O)C2=CC=C(C=C2)OC)C(=O)O
InChIKey
KWWCVCFQHGKOMI-HZPDHXFCSA-N
MDL
MDL02682986
Harga reguler Rp 2.889.600,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.889.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3491 adalah (−)-di-p-anisoil-L-tartarat, pasangan enansiomer dari turunan D dan merupakan asam tartarat berkonfigurasi L yang kedua gugus hidroksilnya diesterifikasi dengan gugus 4-metoksibenzoil. Senyawa ini termasuk blok bangunan kiral dan paling sering dimanfaatkan sebagai zat pemisah kiral untuk memisahkan campuran rasemat, terutama basa organik seperti amina. Prinsip kerjanya bertumpu pada pembentukan dua garam diastereomer yang memiliki kelarutan berbeda dalam pelarut tertentu, sehingga salah satu diastereomer dapat dikristalkan secara selektif dan enansiomer target dapat dibebaskan kembali.

Sifat penting yang menjadikan senyawa ini dipilih adalah rigiditas kerangka tartrat berpasangan dengan gugus aroil bermuatan elektron kaya. Gugus metoksi pada cincin aromatik meningkatkan kemampuan gugus ester berinteraksi melalui tumpukan aromatik dan ikatan hidrogen, yang berujung pada pembentukan kisi kristal garam diastereomer yang lebih terdefinisi. Karena tersedia dalam bentuk L yang berlawanan dengan bentuk D, peneliti dapat memilih reagen yang mengendapkan enansiomer yang diinginkan tanpa harus mengubah keseluruhan rancangan proses. Fleksibilitas semacam ini sangat menghemat waktu pada tahap penapisan kondisi kristalisasi di laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini dipakai pada penelitian kimia organik, kimia medisinal, dan pengembangan formulasi bahan aktif yang memerlukan senyawa enansiomer tunggal, serta pada pengajaran lanjutan mengenai resolusi klasik. Kemasan 25 g memberikan jumlah yang memadai untuk pemisahan skala preparatif maupun percobaan berulang, mengingat resolusi klasik sering memerlukan reagen dalam kesetaraan molar penuh terhadap substrat rasemat yang dipisahkan.

Brosur TCI (PDF)

  • Resolusi klasik amina rasemat: reagen membentuk garam diastereomer dengan kelarutan berbeda sehingga enansiomer target dapat diisolasi melalui kristalisasi selektif yang terkendali.
  • Pemurnian ulang produk enansiomerik: kristalisasi bertingkat menggunakan reagen ini membantu menaikkan kemurnian optik senyawa hasil sintesis asimetris yang belum sempurna.
  • Pemilihan arah resolusi: bentuk L dipakai bila enansiomer yang diinginkan justru tidak mengendap dengan turunan D pada sistem pelarut yang sama.
  • Bahan pembangun ligan dan auksiliar kiral: kerangka tartrat teresterifikasi dimanfaatkan untuk merancang katalis maupun pengarah stereokimia pada reaksi asimetris.
  • Studi kristalisasi diastereomer: senyawa ini menjadi model untuk mempelajari pengaruh gugus aroil terhadap kelarutan, bentuk kristal, dan efisiensi pemisahan enansiomer.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 50583-51-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari kelembapan.
  • Kode produk: TCI D3491

Tempatkan wadah pada rak bahan kimia yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung, dengan tutup selalu terpasang rapat agar bahan tidak menyerap uap air dari udara lembap. Penggunaan desikator dianjurkan bila laboratorium tidak dilengkapi pengatur kelembapan. Timbang bahan dengan alat bersih dan kering, hindari menyisipkan spatula basah ke dalam wadah induk, serta segera tutup kembali setelah pengambilan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena serbuk asam organik dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Simpan terpisah dari basa kuat dan oksidator, dan buang limbah sesuai prosedur institusi.

—