3,6-Dihydroxyflavone adalah senyawa kimia yang termasuk dalam keluarga flavonoid, yang memiliki struktur dasar cincin aromatik dan memiliki aktivitas biologis yang menarik. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan farmakologi karena kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam pembuatan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan atau anti-inflamasi.
3,6-Dihydroxyflavone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memungkinkan reaktivitas tinggi dalam reaksi kimia tertentu. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal untuk penelitian yang memerlukan modifikasi struktur molekul atau sintesis senyawa dengan aktivitas spesifik.
Di laboratorium Indonesia, 3,6-Dihydroxyflavone sering digunakan dalam penelitian bidang farmasi, biokimia, dan ilmu lingkungan. Bahan ini juga menjadi bahan dasar untuk pengembangan produk farmasi baru dan penelitian tentang efek biologis senyawa alami. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset di Indonesia.
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa flavonoid
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang farmakologi
- Pengembangan produk farmasi berbasis senyawa alami
- Studi tentang mekanisme aksi senyawa bioaktif
- Uji aktivitas anti-inflamasi pada model biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 108238-41-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya |
3,6-Dihydroxyflavone harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Senyawa ini juga perlu disimpan dalam suhu kamar yang stabil. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selalu gunakan dalam ruang yang ventilasi baik untuk mengurangi risiko paparan uap.
- Karakaya dkk. (2023). Investigation of the Pharmacokinetic Properties and Theoretical Chemical Activities of 7,8-Dihydroxyflavone and 4'-Dimethylamino-7,8-Dihydroxyflavone. Current Pharmaceutical Analysis doi:10.2174/1573412919666230313143549
- Engelmann dkk. (2005). Stability of Ferric Complexes with 3-Hydroxyflavone (Flavonol), 5,7-Dihydroxyflavone (Chrysin), and 3‘,4‘-Dihydroxyflavone. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf048298q
- Lau dkk. (2002). Ab initio and DFT conformational analysis of selected flavones: 5,7-dihydroxyflavone (chrysin) and 7,8-dihydroxyflavone. Canadian Journal of Chemistry doi:10.1139/v02-113
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
