2'-Deoxy-5-(hydroxymethyl)uridine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam bidang kimia biologis, khususnya dalam studi tentang asam nukleat. Senyawa ini merupakan analog dari nukleotida uridin, yang memiliki struktur mirip dengan nukleotida DNA dan RNA. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa biologis kompleks, termasuk dalam penelitian tentang modifikasi nukleotida dan pengembangan obat.
Karakteristik utama dari 2'-Deoxy-5-(hydroxymethyl)uridine adalah struktur kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai komponen biologis. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses sintesis dan pemrosesan di laboratorium. Karena sifat kimianya yang spesifik, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi dalam reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian terkait bioteknologi, farmakologi, dan kimia medis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi tentang modifikasi DNA, pengembangan obat, dan analisis senyawa biologis. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti dalam menjalankan eksperimen yang memerlukan bahan baku kualitas tinggi.
- Penelitian modifikasi nukleotida untuk pengembangan obat baru
- Sintesis senyawa biologis kompleks dalam bidang farmakologi
- Analisis komponen kimia dalam studi DNA dan RNA
- Pengembangan bahan baku untuk produk kesehatan dan kosmetik
- Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa biologis dalam tubuh
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5116-24-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Nucleic Acid Chemistry |
| Ukuran kemasan | 50mg, 200mg |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau gelas yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus dipakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.
—
