3-Ethyl-2-methylbenzoxazolium Iodide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya yang penting dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan material baru. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif dalam lingkungan kimia tertentu. Karena struktur molekulnya yang memiliki gugus iodida, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi lainnya. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai reaktan atau katalis dalam berbagai proses sintetik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan bahan kimia yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi pilihan karena ketersediaannya, kestabilan, dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang relevan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi nukleofilik dalam pembuatan senyawa kimia kompleks
- Penelitian dalam bidang farmakologi dan kimia medisinal
- Pengembangan bahan material baru dengan struktur molekul spesifik
- Penelitian kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5260-37-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menghirup uapnya dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
