Iron(II) Gluconate Hydrate adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia dan biologi. Bahan ini merupakan garam dari asam glukonat dengan ion besi (II), yang memiliki struktur molekuler kompleks dan sifat kimia yang stabil. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk berbagai tujuan, seperti dalam sintesis senyawa organik, pengujian reaksi redoks, serta dalam penelitian biokimia terkait metabolisme logam dalam tubuh. Karena sifatnya yang tidak beracun dan mudah tersedia, Iron(II) Gluconate Hydrate menjadi pilihan yang populer di berbagai penelitian ilmiah.
Iron(II) Gluconate Hydrate memiliki sifat kimia yang cukup stabil dalam kondisi normal, tetapi dapat bereaksi dengan senyawa oksidator kuat. Bahan ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam air, sehingga memudahkan dalam proses pelarutan dan penggunaan dalam reaksi kimia. Karena tidak mengandung logam berat beracun, senyawa ini aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium dan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Hal ini menjadikannya sebagai bahan yang ramah lingkungan dan cocok untuk penelitian yang memperhatikan keberlanjutan.
Di laboratorium Indonesia, Iron(II) Gluconate Hydrate sering digunakan dalam penelitian kimia dan biokimia, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan metode analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi keberadaan ion besi dalam sampel. Karena ketersediaannya yang luas dan harga yang terjangkau, bahan ini menjadi pilihan utama untuk berbagai eksperimen ilmiah di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Pengujian reaksi redoks dalam sintesis senyawa organik karena sifat reduktor yang stabil
- Penelitian biokimia terkait metabolisme logam dalam tubuh karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan senyawa biologis
- Analisis kualitatif ion besi dalam sampel lingkungan dan biologis karena kelarutan tinggi dalam air
- Pembuatan larutan standar untuk pengujian konsentrasi logam dalam sampel kimia
- Pengembangan metode analisis untuk penelitian farmakologi dan nutrisi karena sifatnya yang tidak beracun
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22830-45-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan |
Iron(II) Gluconate Hydrate harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara untuk mencegah penyerapan kelembapan yang dapat menyebabkan penggumpulan atau perubahan sifat fisik. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas. Selama penanganan, wajib menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu diperlakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan kesehatan di laboratorium.
- Seligman dkk. (1999). Comparison of Methods Used to Measure Serum Iron in the Presence of Iron Gluconate or Iron Dextran. Clinical Chemistry doi:10.1093/clinchem/45.6.898
- Eichbaum dkk. (2003). Is iron gluconate really safer than iron dextran?. Blood doi:10.1182/blood-2003-02-0360
- Papa dkk. (2006). Comparison between intravenous iron gluconate alone and intravenous iron gluconate plus levofolinic acid for the treatment of iron deficiency anaemia in patients with inflammatory bowel disease. Digestive and Liver Disease doi:10.1016/s1590-8658(06)80340-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
