Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 527-09-3

Copper(II) Gluconate TCI G0275

Copper(II) Gluconate TCI G0275
Harga reguler Rp 562.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 562.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Copper(II) Gluconate adalah garam tembaga dari asam glukonat, yaitu senyawa koordinasi di mana ion tembaga terikat oleh gugus karboksilat dan hidroksil dari rangka gula terоksidasi. Kombinasi ini menghasilkan sumber tembaga yang larut air dengan perilaku jauh lebih lembut dibanding garam tembaga anorganik sederhana. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai prekursor katalis, sumber ion logam pada media kultur atau formulasi uji, serta bahan rujukan pada penelitian nutrisi mineral dan analisis kandungan tembaga.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih mencakup kelarutan air yang baik, wujud padatan berwarna yang mudah dikenali dan ditimbang, serta ligan glukonat yang bersifat khelat sehingga menstabilkan ion tembaga dalam larutan. Sifat khelat ini mengurangi kecenderungan pengendapan hidroksida pada pH mendekati netral, sebuah keuntungan nyata ketika peneliti bekerja dalam sistem berair terbuffer. Dalam konteks katalisis, tembaga dua valensi merupakan logam transisi yang sangat produktif untuk reaksi kopling, oksidasi, dan sikloadisi azida-alkuna, dan bentuk gluconate menawarkan alternatif prekursor yang relatif mudah ditangani.

Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium kimia anorganik dan katalisis, laboratorium gizi yang meneliti bioavailabilitas mineral, serta laboratorium analisis pangan dan suplemen. Kemasan 25g dan 100g memberi keleluasaan antara kebutuhan riset skala kecil dan pekerjaan rutin yang memerlukan penyiapan larutan standar secara berulang.

  • Prekursor katalis tembaga: menjadi sumber ion tembaga dua valensi yang larut air untuk reaksi kopling, oksidasi, maupun sikloadisi terkatalisis logam.
  • Riset nutrisi mineral: dipakai sebagai bentuk tembaga organik pada kajian penyerapan dan bioavailabilitas dalam model percobaan gizi.
  • Suplementasi media kultur: menyediakan tembaga renik yang dibutuhkan mikroorganisme atau sel tanpa memicu pengendapan pada kondisi terbuffer.
  • Standar analisis logam: berfungsi sebagai bahan penyiapan larutan pembanding pada penentuan kadar tembaga secara spektroskopi serapan atom.
  • Kajian kimia koordinasi: menjadi model pembelajaran ikatan khelat antara ion logam transisi dengan ligan polihidroksi karboksilat dalam larutan.

Merek TCI
Nomor CAS 527-09-3
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry]
Ukuran kemasan 25g, 100g
Bentuk fisik padatan/serbuk berwarna kebiruan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Simpan dalam wadah tertutup rapat di ruang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pereduksi kuat serta senyawa yang mudah teroksidasi. Sifat garam ini cenderung menyerap uap air, sehingga wadah harus segera ditutup kembali setelah pengambilan agar serbuk tidak menggumpal. Gunakan sarung tangan, masker debu, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, karena serbuk logam dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran napas. Hindari membuang sisa larutan tembaga langsung ke saluran air; tampung dalam wadah limbah logam berat berlabel sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium.

  • Georgewill dkk. (2015). Toxicological Evaluation of Disulfiram, Copper Gluconate and Disulfiram/Copper Gluconate Combination on Renal Function in Rodents. Pharmacology & Pharmacy doi:10.4236/pp.2015.62011
  • Belabed dkk. (2026). An explanatory in vitro study on the effect of copper gluconate on ferrous gluconate absorption in a Caco-2 cell model. BMC Research Notes doi:10.1186/s13104-026-07804-8
  • Gatti dkk. (2021). Short study on the use of oral Ferric Sodium EDTA in association with vitamin C, folic acid, copper gluconate, zinc gluconate and selenomethionine, in patients with advanced chronic kidney disease. Nephrology and Renal Diseases doi:10.15761/nrd.1000190

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.