Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2873-74-7

Glutaryl Chloride TCI G0202

Glutaryl Chloride TCI G0202

Identitas Kimia

Nama lain
Glutaryl Dichloride · Glutaric Acid Dichloride
No. CAS
2873-74-7
Rumus molekul
C5H6Cl2O2
Berat molekul
169.00 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
pentanedioyl dichloride
SMILES
C(CC(=O)Cl)CC(=O)Cl
InChIKey
YVOFTMXWTWHRBH-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00000755
PubChem
CID 17887
Harga reguler Rp 2.837.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.837.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Glutaryl Chloride adalah diklorida asam dari asam glutarat, yaitu senyawa berantai lima karbon dengan gugus klorida asam yang sangat reaktif pada kedua ujungnya. Perannya di laboratorium adalah sebagai reagen asilasi bifungsional yang mampu menyambungkan dua nukleofil sekaligus atau membangun rantai polimer melalui reaksi polikondensasi. Reaktivitas klorida asam yang jauh lebih tinggi daripada asam karboksilat bebas membuat reaksi berlangsung cepat pada suhu rendah, sehingga cocok digunakan ketika substrat tidak tahan pemanasan berkepanjangan maupun kondisi katalis asam yang keras.

Karakteristik utamanya adalah wujud cair pada suhu ruang yang memudahkan pengukuran volumetrik, serta kereaktifan tinggi terhadap amina, alkohol, dan air. Dua gugus asil klorida yang terpisah oleh tiga gugus metilena memberi jarak dan kelenturan rantai yang tepat untuk membentuk amida, ester, maupun imida siklik. Sifat inilah yang menjadikannya andalan pada sintesis poliamida dan poliester melalui polikondensasi antarmuka, sebuah percobaan klasik yang juga sering diperagakan dalam praktikum kimia polimer. Sebagai konsekuensi dari kereaktifannya, senyawa ini sangat peka terhadap kelembapan dan melepaskan gas hidrogen klorida saat terhidrolisis.

Di Indonesia, reagen ini dipakai pada laboratorium kimia organik dan polimer perguruan tinggi, unit riset material, serta fasilitas pengembangan senyawa antara farmasi dan agrokimia. Kemasan 25 mL sesuai dengan pola pemakaian reagen reaktif seperti ini, karena volume kecil mengurangi risiko penurunan mutu akibat paparan uap air berulang selama penyimpanan jangka panjang.

  • Sintesis poliamida melalui polikondensasi antarmuka, karena kedua gugus asil kloridanya bereaksi cepat dengan diamina pada batas dua fase pelarut.
  • Pembuatan poliester, sebab reaksi dengan diol berlangsung efisien tanpa memerlukan katalis asam maupun pemanasan tinggi seperti pada jalur esterifikasi konvensional.
  • Asilasi senyawa antara farmasi, mengingat klorida asam merupakan bentuk teraktivasi yang mengubah amina dan alkohol menjadi amida atau ester dengan hasil tinggi.
  • Pembentukan imida dan cincin laktam, karena panjang rantai lima karbonnya mendukung penutupan cincin yang menguntungkan secara geometri pada substrat tertentu.
  • Modifikasi permukaan polimer dan nanopartikel, sebab reagen bifungsional ini dapat mencangkokkan gugus fungsi baru sekaligus menautkan dua komponen berbeda.

Merek TCI
Nomor CAS 2873-74-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, sangat peka terhadap kelembapan, wadah harus tertutup kedap

Senyawa ini bersifat korosif dan bereaksi hebat dengan air sambil melepaskan gas hidrogen klorida, sehingga seluruh penanganan wajib dilakukan di dalam lemari asam yang berfungsi baik. Simpan dalam wadah asli tertutup kedap di tempat sejuk dan kering, jauh dari air, alkohol, basa, amina, dan logam yang mudah terkorosi. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung tertutup, dan jas laboratorium, serta pertimbangkan teknik bebas udara dengan jarum suntik kering saat pemindahan. Jangan membilas sisa bahan langsung dengan air; netralkan secara bertahap sesuai prosedur limbah laboratorium.

—