Galactinol (TCI G0298, CAS 3687-64-7) adalah disakarida alami yang tersusun dari satu unit galaktosa yang terikat pada mio-inositol. Senyawa ini memegang peran sentral dalam biokimia tumbuhan karena bertindak sebagai donor galaktosa pada biosintesis oligosakarida keluarga rafinosa, yaitu rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa. Pembentukannya dikatalisis oleh enzim galaktinol sintase, dan kandungannya dalam jaringan tumbuhan sering dikaitkan dengan respons terhadap cekaman lingkungan. Di laboratorium, galaktinol dipakai sebagai substrat, standar analisis, serta bahan rujukan dalam penelitian metabolisme karbohidrat tanaman.
Sifat yang menjadikannya bernilai adalah posisinya sebagai titik simpang metabolik yang spesifik: hanya senyawa ini yang menjadi donor galaktosa pada jalur oligosakarida rafinosa, sehingga keberadaannya menjadi penanda jalur yang jelas dan tidak rancu. Struktur kimianya terdefinisi dengan satu nomor CAS sehingga mudah ditelusuri di pustaka dan dipakai sebagai standar kalibrasi pada kromatografi. Karakternya yang larut dalam air juga memudahkan penyiapan larutan untuk uji enzimatik maupun analisis instrumental. Kemasan 100 mg dan 1 g sesuai dengan kebutuhan riset, mengingat standar analitik dan substrat enzim lazim dipakai dalam jumlah kecil namun berulang.
Di Indonesia, galaktinol banyak dicari oleh laboratorium fisiologi tumbuhan, agronomi, bioteknologi pertanian, serta ilmu dan teknologi pangan. Riset mengenai ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan salinitas, kajian mutu benih, maupun analisis kandungan oligosakarida pada kedelai dan kacang-kacangan lokal sering memerlukan senyawa ini sebagai pembanding. Kemasan kecil membuatnya terjangkau untuk kegiatan penelitian mahasiswa pascasarjana dan proyek hibah penelitian berjangka.
- Penelitian biosintesis oligosakarida rafinosa: berfungsi sebagai donor galaktosa sehingga jalur metabolik dapat direkonstruksi dan dipelajari secara langsung di dalam sistem uji.
- Uji aktivitas galaktinol sintase: dipakai sebagai produk rujukan untuk mengukur kinerja enzim yang diekspresikan dari tanaman maupun sistem rekombinan.
- Standar analisis kromatografi: memberikan puncak acuan yang jelas ketika laboratorium mengkuantifikasi kandungan karbohidrat terlarut pada ekstrak jaringan tumbuhan.
- Kajian cekaman abiotik tanaman: mendukung penelitian akumulasi senyawa pelindung ketika tanaman menghadapi kekeringan, salinitas, maupun suhu ekstrem di rumah kaca.
- Analisis mutu pangan nabati: membantu penelusuran oligosakarida pada biji-bijian yang memengaruhi nilai gizi serta sifat pencernaan produk olahan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3687-64-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100 mg, 1 g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk); rincian mutu mengikuti sertifikat analisis bawaan lot |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung sesuai anjuran label. Senyawa gula umumnya mudah menyerap uap air, sehingga botol sebaiknya dibiarkan mencapai suhu ruang sebelum dibuka guna mencegah pengembunan yang dapat menurunkan mutu bahan. Gunakan spatula bersih dan kering pada setiap pengambilan, lalu tutup kembali segera. Larutan stok dalam air sebaiknya disiapkan segar atau dibagi dalam alikoat berlabel tanggal. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penimbangan.
- Liu dkk. (2021). Galactinol synthase confers salt-stress tolerance by regulating the synthesis of galactinol and raffinose family oligosaccharides in poplar. Industrial Crops and Products doi:10.1016/j.indcrop.2021.113432
- Ranjan dkk. (2024). HY5-dependent light-mediated regulation of galactinol synthase gene, AtGolS1, modulates galactinol biosynthesis in Arabidopsis. Biochemical and Biophysical Research Communications doi:10.1016/j.bbrc.2023.149423
- Falavigna dkk. (2018). Evolutionary diversification of galactinol synthases in Rosaceae: adaptive roles of galactinol and raffinose during apple bud dormancy. Journal of Experimental Botany doi:10.1093/jxb/erx451
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

