Hyaluronic Acid, High-Sulfated TCI H1739 adalah senyawa karbohidrat yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biologi. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari rantai polimer asam uronic, yang memberikan sifat viskositas tinggi dan kemampuan penyerapan air yang baik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk penelitian terkait kesehatan kulit, penyakit degeneratif, dan aplikasi biomedis. Karena sifatnya yang unik, Hyaluronic Acid digunakan dalam pengembangan produk kosmetik, farmasi, dan bioteknologi.
Hyaluronic Acid, High-Sulfated memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian biokimia. Senyawa ini memiliki tingkat sulfasi tinggi yang memengaruhi interaksi dengan protein dan sel. Sifat ini menjadikannya ideal untuk studi tentang pengikatan molekul, respons seluler, dan aktivitas enzimatik. Selain itu, kestabilan kimia dan kemampuan untuk larut dalam air juga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Hyaluronic Acid, High-Sulfated sering digunakan dalam penelitian terapan seperti pengembangan produk perawatan kulit, penelitian penyakit degeneratif, dan studi tentang interaksi biologis. Bahan ini juga menjadi bahan baku dalam produksi obat dan bahan kosmetik yang memerlukan sifat hidrasi dan viskositas tinggi.
- Penelitian tentang efek biologis senyawa sulfat pada sel kulit
- Pengembangan produk kosmetik yang memperbaiki kelembapan kulit
- Studi interaksi antara Hyaluronic Acid dan protein dalam sistem biologis
- Eksperimen untuk memahami mekanisme penyakit degeneratif seperti arthritis
- Pengujian kinerja bahan dalam formulasi farmasi dan biomedis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95507-66-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 10mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Hyaluronic Acid, High-Sulfated harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus ditutup rapat setelah digunakan. Dalam laboratorium, penggunaan bahan ini harus dilakukan di bawah lingkungan yang terkontrol, dengan penggunaan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menjaga keamanan.
- Cen dkk. (2004). Assessment of in Vitro Bioactivity of Hyaluronic Acid and Sulfated Hyaluronic Acid Functionalized Electroactive Polymer. Biomacromolecules doi:10.1021/bm040048v
- Magnani dkk. (1999). Hyaluronic acid and sulfated hyaluronic acid in aqueous solution: effect of the sulfation on the protonation and complex formation with Cu2+ and Zn2+ ions. Macromolecular Chemistry and Physics doi:10.1002/(sici)1521-3935(19990901)200:9<2003::aid-macp2003>3.0.co;2-w
- Miura dkk. (2022). High-Sulfated Hyaluronic Acid Ameliorates Radiation-Induced Intestinal Damage Without Blood Anticoagulation. Advances in Radiation Oncology doi:10.1016/j.adro.2022.100900
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.