Hyaluronic Acid, Low-Sulfated TCI H1740 adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai penelitian biokimia dan biomedis. Sebagai polisakarida alami, senyawa ini memiliki kemampuan untuk menyerap air secara signifikan, sehingga menjadi bahan penting dalam studi struktur dan fungsi protein, serta dalam pengembangan produk kosmetik dan farmasi. Di laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa lain atau sebagai media dalam reaksi biokimia.
Hyaluronic Acid, Low-Sulfated memiliki struktur molekuler yang stabil dan sifat non-beracun, sehingga cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan keamanan tinggi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini juga memiliki daya tahan yang baik dalam berbagai kondisi kimia. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal untuk penelitian yang membutuhkan konsistensi dan keandalan hasil.
Di Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai bidang ilmu seperti biokimia, farmasi, dan teknologi kesehatan. Laboratorium lokal sering memanfaatkan produk ini untuk penelitian terkait penyakit degeneratif, pengembangan vaksin, serta studi tentang interaksi molekuler dalam tubuh manusia.
Brosur TCI (PDF)
- Sulfated Hyaluronic Acids 2023-06-08 · hal. 1
- Polysaccharides 2025-02-13 · hal. 2
- Cancer Research Reagents 2025-04-01 · hal. 7
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 5
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 42
Produk TCI terkait
- TCI H1739 95507-66-7 Hyaluronic Acid, High-Sulfated
- TCI H1807 9004-61-9 Hyaluronic Acid from Bacteria
- TCI H1791 9067-32-7 Hyaluronic Acid Sodium Salt from Bacteria
- TCI H0595 9004-61-9 Hyaluronic Acid from Cockscomb
- TCI D3672 54328-33-5 Dermatan Sulfate Sodium Salt
- TCI C0335 9082-07-9 Chondroitin Sulfate Sodium Salt
- Penelitian tentang interaksi protein dan polisakarida dalam sistem biologis
- Pengembangan produk kosmetik yang mengandung senyawa hidrasi tinggi
- Studi tentang mekanisme penyembuhan luka dan regenerasi jaringan
- Analisis struktur molekuler untuk penelitian biomedis
- Pemrosesan bahan baku dalam sintesis senyawa farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95507-66-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 10mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung |
Data dari brosur TCI
| Stabilization of bFGF ratio relative to heparin | Lower than heparin and high-sulfated HA (graph only, no numeric value printed) (bFGF with hyaluronic acid, incubated at 37°C for 3 days, SDS-PAGE and image analysis) |
|---|
Sumber: TCI brochure GG031 (2023-06-08)
Hyaluronic Acid, Low-Sulfated harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta cahaya matahari langsung. Karena sifatnya yang higroskopis, senyawa ini rentan menyerap kelembapan, sehingga wadah yang digunakan harus memiliki sifat kedap udara. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, terutama saat menangani jumlah besar.
- Cen dkk. (2004). Assessment of in Vitro Bioactivity of Hyaluronic Acid and Sulfated Hyaluronic Acid Functionalized Electroactive Polymer. Biomacromolecules doi:10.1021/bm040048v
- Magnani dkk. (1999). Hyaluronic acid and sulfated hyaluronic acid in aqueous solution: effect of the sulfation on the protonation and complex formation with Cu2+ and Zn2+ ions. Macromolecular Chemistry and Physics doi:10.1002/(sici)1521-3935(19990901)200:9<2003::aid-macp2003>3.0.co;2-w
- McCarty dkk. (2000). Sulfated glycosaminoglycans and glucosamine may synergize in promoting synovial hyaluronic acid synthesis. Medical Hypotheses doi:10.1054/mehy.1999.0954
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Referensi dari brosur TCI
- Monika Michalczyk. Hyaluronic Acid as a Modern Approach in Anticancer Therapy-Review International Journal of Molecular Sciences, 2022. doi:10.3390/ijms24010103
