Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 957-77-7

5-Hydroxyuridine, CAS 957-77-7, TCI H1865

5-Hydroxyuridine, CAS 957-77-7, TCI H1865

Identitas Kimia

No. CAS
957-77-7
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(qN
Harga reguler Rp 12.109.650,00
Harga reguler Rp 8.484.000,00 Harga obral Rp 12.109.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H1865 adalah 5-Hydroxyuridine, nukleosida pirimidin yang membawa gugus hidroksil pada posisi lima cincin urasil dan terikat pada gula ribosa. Senyawa ini termasuk kelompok nukleosida termodifikasi yang menjadi objek kajian penting dalam kimia asam nukleat, khususnya ketika peneliti menelusuri bagaimana kerusakan oksidatif maupun modifikasi alami memengaruhi struktur dan fungsi RNA. Dalam praktik laboratorium, bahan murni semacam ini berperan sebagai standar identifikasi, bahan awal sintesis, serta pembanding untuk memastikan bahwa sinyal yang terdeteksi pada sampel biologis benar-benar berasal dari spesies kimia yang dimaksud.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah gugus hidroksil fenolik pada cincin urasil yang mengubah sifat elektronik basa sekaligus membuka jalur reaksi khas, misalnya derivatisasi selektif atau pembentukan ikatan hidrogen tambahan yang tidak dimiliki uridin biasa. Molekulnya sangat polar karena kaya gugus hidroksil, sehingga mudah dilarutkan dalam air atau pelarut polar untuk penyiapan larutan induk. Sifat ini juga membuat senyawa cocok dianalisis dengan kromatografi fase terbalik yang dipadukan detektor UV maupun spektrometer massa, dua teknik yang lazim dipakai dalam pemetaan modifikasi nukleosida.

Laboratorium di Indonesia biasanya memanfaatkan bahan sekelas ini pada riset pascasarjana bidang biokimia, laboratorium biologi molekuler di lembaga penelitian nasional, serta kelompok riset yang mengembangkan metode deteksi penanda kerusakan oksidatif asam nukleat. Kemasan 100 mg memadai untuk pembuatan seri kalibrasi dan beberapa siklus percobaan tanpa menimbulkan sisa bahan yang menganggur terlalu lama. Mengingat kelembapan udara tropis dapat mempercepat penyerapan air pada serbuk halus, laboratorium umumnya menyimpan vial di lemari pendingin reagen dan hanya mengeluarkannya sesaat ketika penimbangan berlangsung.

  • Standar analitik pada pemetaan modifikasi RNA, karena diperlukan senyawa acuan murni untuk memastikan identitas puncak kromatografi dan pola fragmentasi massa.
  • Kajian kerusakan oksidatif asam nukleat, sebab nukleosida terhidroksilasi menjadi model yang membantu peneliti memahami perubahan struktur basa akibat tekanan oksidatif.
  • Bahan awal sintesis nukleosida dan oligonukleotida termodifikasi, karena gugus hidroksil tambahan memberi titik tangkap untuk proteksi maupun modifikasi kimia lanjutan.
  • Uji aktivitas enzim pemroses RNA, di mana senyawa ini dipakai menilai apakah enzim tertentu masih mengenali basa yang telah mengalami modifikasi hidroksil.
  • Validasi metode kromatografi cair beserta penetapan linearitas, batas deteksi, dan perolehan kembali pada analisis kuantitatif nukleosida dalam matriks biologis yang kompleks.

Merek TCI
Nomor CAS 957-77-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Nucleic Acid Chemistry
Ukuran kemasan 100 mg
Bentuk fisik padatan (serbuk/kristal)
Penyimpanan simpan dingin, kering, terlindung cahaya, sesuai keterangan label pemasok

Simpan vial dalam kondisi tertutup rapat di tempat dingin dan kering, terlindung dari cahaya langsung serta jauh dari sumber panas, mengikuti anjuran yang tercantum pada label pemasok. Sebelum membuka, biarkan wadah menyesuaikan diri dengan suhu ruang agar embun tidak terbentuk pada serbuk dingin dan memicu penggumpalan. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, hindari kontaminasi silang dengan reagen lain, lalu segera tutup kembali vialnya. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta simpan larutan induk dalam alikuot kecil agar tidak mengalami siklus beku-cair berulang yang dapat menurunkan mutu bahan.

  • Lauhon (2019). Identification and Characterization of Genes Required for 5-Hydroxyuridine Synthesis in Bacillus subtilis and Escherichia coli tRNA. Journal of Bacteriology doi:10.1128/jb.00433-19
  • Szeltner dkk. (2023). Probing telomeric-like G4 structures with full or partial 2′-deoxy-5-hydroxyuridine substitutions. Biochimie doi:10.1016/j.biochi.2023.01.009
  • Yanagawa dkk. (1992). Redox ribonucleosides. Isolation and characterization of 5-hydroxyuridine, 8-hydroxyguanosine, and 8-hydroxyadenosine from Torula yeast RNA.. Journal of Biological Chemistry doi:10.1016/s0021-9258(18)42213-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.