2-Isopropylnaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur naphthalene dengan substitusi isopropil di posisi kedua, sehingga memberikan sifat reaktif yang unik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik lainnya, termasuk senyawa yang digunakan dalam industri farmasi dan kimia organik.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Isopropylnaphthalene menjadi pilihan yang populer dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki titik didih dan titik leleh yang jelas, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi dalam laboratorium. Sifat fisika dan kimianya yang terdokumentasi membuatnya mudah diidentifikasi dan digunakan dalam berbagai kondisi eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, 2-Isopropylnaphthalene sering ditemukan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa aromatik dan pengembangan produk kimia baru. Bahan ini juga digunakan dalam pendidikan tingkat universitas untuk melatih mahasiswa dalam teknik pemisahan dan analisis senyawa kimia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmasi
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam pembuatan senyawa organik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Analisis komponen kimia dalam sampel industri
- Pembuatan bahan baku untuk produk kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2027-17-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung |
2-Isopropylnaphthalene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan cahaya matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung sangat dianjurkan. Pastikan wadah tidak bocor dan disimpan di area yang terkunci untuk mencegah akses yang tidak terkendali.
- TAKAC dkk. (1993). ChemInform Abstract: Oxidation of 2‐Isopropylnaphthalene to 2‐Isopropylnaphthalene Hydroperoxide.. ChemInform doi:10.1002/chin.199321093
- Suzuki dkk. (2012). Investigation of environmental contamination of mono-isopropylnaphthalene, di-isopropylnaphthalene and tri-isopropylnaphthalene in Hyogo in Japan. Environmental Science and Pollution Research doi:10.1007/s11356-012-0987-9
- Kim dkk. (2000). Shape-selective alkylation of isopropylnaphthalene on MCM-22 zeolite. Korean Journal of Chemical Engineering doi:10.1007/bf02706865
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
