Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 6158-45-8

1-Isopropylnaphthalene TCI I0578

1-Isopropylnaphthalene TCI I0578

Identitas Kimia

No. CAS
6158-45-8
PubChem
CID 22535·SID 87571921
Rumus molekul
C13H14
Berat molekul
170.25 g/mol
Kemurnian
>85.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-propan-2-ylnaphthalene
SMILES
CC(C)C1=CC=CC2=CC=CC=C21
InChIKey
PMPBFICDXLLSRM-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.988.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.988.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0578 1-Isopropilnaftalena adalah senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik sederhana yang terdiri atas kerangka naftalena dengan gugus isopropil terikat pada posisi alfa, yaitu posisi 1. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan kerangka bicincin aromatik yang kaku dan kaya elektron, yang dapat diolah lebih lanjut melalui berbagai reaksi substitusi maupun oksidasi. Di laboratorium, selain berperan sebagai bahan antara sintesis, senyawa ini juga kerap dipakai sebagai media organik bertitik didih tinggi, senyawa model pada studi reaksi hidrokarbon, serta bahan rujukan dalam pengembangan metode analisis senyawa aromatik.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah gabungan kestabilan termal dan sifat fisik yang praktis. Berbeda dengan naftalena induk yang berupa padatan mudah menyublim, penambahan gugus isopropil mengganggu penataan kristal sehingga senyawa ini berupa cairan pada suhu ruang, jauh lebih mudah dipindahkan dengan pipet dan dicampur. Tekanan uapnya rendah dan titik didihnya tinggi, sehingga cocok dipakai pada percobaan bersuhu tinggi tanpa kehilangan bahan yang berarti. Kerangka naftalena yang kaya elektron membuatnya reaktif terhadap substitusi elektrofilik, sedangkan hidrogen tersier pada gugus isopropil menjadi titik serang yang menarik pada studi oksidasi dan reaksi radikal bebas.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dijumpai pada riset kimia organik, penelitian katalisis dan perengkahan hidrokarbon, laboratorium bahan, serta pekerjaan analitik yang memerlukan senyawa aromatik model. Ketersediaan kemasan 1 g dan 5 g memudahkan laboratorium yang hanya memerlukan jumlah terbatas untuk percobaan penapisan, kalibrasi metode, atau sintesis skala kecil tanpa harus menyimpan bahan dalam jumlah berlebih.

  • Bahan antara sintesis turunan naftalena: kerangka aromatik bicincinnya dapat difungsionalisasi melalui asilasi, nitrasi, atau sulfonasi untuk membangun senyawa target yang lebih kompleks.
  • Substrat model studi oksidasi dan katalisis: hidrogen tersier pada gugus isopropil mudah diserang radikal, sehingga senyawa ini sering dipakai menguji kinerja katalis oksidasi selektif.
  • Media organik bertitik didih tinggi: tekanan uapnya rendah sehingga berguna sebagai pelarut atau medium pada reaksi dan pengujian yang berlangsung pada suhu relatif tinggi.
  • Senyawa rujukan analisis hidrokarbon aromatik: dipakai untuk mengembangkan dan memverifikasi metode kromatografi gas maupun spektroskopi pada matriks minyak dan produk turunannya.
  • Penelitian bahan dan formulasi: sifat aromatik serta kelarutannya yang baik dalam pelarut nonpolar menjadikannya bahan uji pada studi kelarutan, plasticizer, dan sistem pendingin organik.

Merek TCI
Nomor CAS 6158-45-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, jauh dari panas dan oksidator kuat

Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, nyala api, serta bahan pengoksidasi kuat. Sebagai hidrokarbon aromatik, senyawa ini dapat mengiritasi kulit dan mata, sehingga penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Gunakan pipet atau syringe bersih dan kering saat pengambilan, lalu tutup kembali botol segera untuk mencegah kontaminasi. Bersihkan tumpahan dengan bahan penyerap inert, hindari membuang ke saluran air, dan tampung limbah pada wadah limbah pelarut organik.

  • TAKAC dkk. (1993). ChemInform Abstract: Oxidation of 2‐Isopropylnaphthalene to 2‐Isopropylnaphthalene Hydroperoxide.. ChemInform doi:10.1002/chin.199321093
  • Suzuki dkk. (2012). Investigation of environmental contamination of mono-isopropylnaphthalene, di-isopropylnaphthalene and tri-isopropylnaphthalene in Hyogo in Japan. Environmental Science and Pollution Research doi:10.1007/s11356-012-0987-9
  • Brzozowski (2003). Disproportionation of isopropylnaphthalene on zeolite catalysts. Journal of Catalysis doi:10.1016/s0021-9517(03)00237-9

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.