2-Iodobenzoyl Chloride adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam berbagai kondisi laboratorium. Sebagai bahan pembangun (building block), senyawa ini sering digunakan dalam reaksi haloformilasi dan reaksi substitusi halogen. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk senyawa fungsi tertentu.
2-Iodobenzoyl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap reaksi kimia tertentu. Senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan dalam reaksi yang memerlukan suhu tinggi. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini dipilih karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia yang membutuhkan substitusi halogen atau reaksi haloformilasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik dan pengembangan senyawa baru. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini juga sering ditemukan dalam laboratorium farmasi dan industri kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan substitusi halogen
- Reaksi haloformilasi untuk pembentukan senyawa dengan gugus haloformil
- Pengembangan senyawa farmakologis yang memerlukan struktur kimia tertentu
- Reaksi substitusi untuk modifikasi senyawa aromatik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 609-67-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah reaksi dengan kelembapan atau udara. Penggunaan harus dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol, dengan perlindungan terhadap paparan langsung. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini harus dihindari dari paparan panas, sinar UV, dan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- Es-said dkk. (2019). Esterification optimization of cellulose with p-Iodobenzoyl chloride using experimental design method. Journal of Polymer Research doi:10.1007/s10965-019-1862-x
- Campbell dkk. (2010). Preparation of Isoindolones by a Lithium-Iodide Exchange-Induced Intramolecular Wurtz-Fittig Reaction of o-Iodobenzoyl Chloride/Imine Adducts. Synlett doi:10.1055/s-0030-1259061
- Cho dkk. (1999). ChemInform Abstract: Synthesis of Spiroisoindolinones by Palladium‐Catalyzed Heterocyclization of 2‐Iodobenzoyl Chloride with Ketimines.. ChemInform doi:10.1002/chin.199931141
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
