Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1711-10-0

3-Iodobenzoyl Chloride TCI I0720

3-Iodobenzoyl Chloride TCI I0720

Identitas Kimia

No. CAS
1711-10-0
PubChem
CID 74378·SID 87560320
Rumus molekul
C7H4ClIO
Berat molekul
266.46 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-iodobenzoyl chloride
SMILES
C1=CC(=CC(=C1)I)C(=O)Cl
InChIKey
DTELTOREECFDBC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.724.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.724.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0720 3-Iodobenzoyl Chloride adalah klorida asam aromatik yang membawa atom iodin pada posisi meta terhadap gugus asil klorida. Senyawa ini berfungsi sebagai reagen asilasi yang sangat reaktif sekaligus blok bangunan bifungsional di laboratorium sintesis organik. Gugus asil klorida memungkinkan pembentukan amida, ester, keton, dan anhidrida secara cepat tanpa memerlukan reagen pengaktif tambahan, sementara atom iodin tetap tersedia sebagai titik pegangan untuk tahap kopling bersilang berikutnya, menjadikannya pilihan efisien bagi perakitan molekul bertahap.

Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah reaktivitasnya yang tinggi dan terprediksi. Asilasi dengan klorida asam berlangsung cepat pada suhu rendah dengan bantuan basa penangkap asam seperti trietilamina atau piridin, menghasilkan konversi tinggi dan waktu reaksi singkat dibandingkan jalur kopling langsung dari asam karboksilat. Keunggulan ini disertai konsekuensi penting: senyawa sangat peka terhadap kelembapan dan akan terhidrolisis menjadi asam 3-iodobenzoat sambil melepaskan gas hidrogen klorida. Karena itu, semua pekerjaan menuntut pelarut anhidrat, peralatan kering, dan sebaiknya atmosfer inert agar mutu reagen serta rendemen reaksi tetap terjaga.

Di laboratorium Indonesia yang lembap sepanjang tahun, kedisiplinan teknik anhidrat menjadi faktor penentu keberhasilan penggunaan reagen ini. Bahan banyak dipakai pada riset kimia medisinal, sintesis ligan, dan pembuatan bahan antara berlabel. Kemasan 1 g dan 5 g membantu laboratorium membeli sesuai kebutuhan nyata sehingga reagen habis dipakai sebelum mutunya menurun akibat paparan uap air berulang.

  • Sintesis amida aromatik: reaksi cepat dengan amina primer maupun sekunder menghasilkan benzamida tersubstitusi iodin yang siap dipakai pada tahap kopling lanjutan.
  • Pembuatan ester dan tioester: alkohol dan tiol bereaksi lancar dengan gugus asil klorida sehingga menghasilkan turunan dengan rendemen tinggi dalam waktu singkat.
  • Asilasi Friedel–Crafts: dengan katalis asam Lewis, reagen ini memperkenalkan gugus 3-iodobenzoil ke cincin aromatik untuk membangun kerangka keton diaril.
  • Perakitan molekul bertahap: gugus iodo yang tersisa setelah asilasi menjadi titik masuk reaksi Suzuki atau Sonogashira untuk memperluas kerangka molekul.
  • Derivatisasi analitik dan pelabelan: reaktivitasnya yang tinggi dimanfaatkan untuk menandai senyawa bergugus amina atau hidroksil sebelum dianalisis dengan instrumen.

Merek TCI
Nomor CAS 1711-10-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik klorida asam aromatik yang sangat peka lembap; rupa fisik lot mengacu pada Certificate of Analysis
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat di bawah gas inert sesuai petunjuk label produsen

Reagen ini bereaksi hebat dengan air dan melepaskan hidrogen klorida yang korosif, sehingga wajib disimpan tertutup sangat rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di bawah nitrogen atau argon dan di dalam desikator. Gunakan septum serta teknik jarum suntik untuk pengambilan, dan pastikan seluruh alat gelas benar-benar kering sebelum dipakai. Tangani hanya di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung wajah. Jauhkan dari air, alkohol, amina, basa, dan logam. Padamkan sisa reagen secara hati-hati sebelum dibuang sebagai limbah kimia.

  • Es-said dkk. (2019). Esterification optimization of cellulose with p-Iodobenzoyl chloride using experimental design method. Journal of Polymer Research doi:10.1007/s10965-019-1862-x
  • Campbell dkk. (2010). Preparation of Isoindolones by a Lithium-Iodide Exchange-Induced Intra­molecular Wurtz-Fittig Reaction of o-Iodobenzoyl Chloride/Imine Adducts. Synlett doi:10.1055/s-0030-1259061
  • Cho dkk. (1999). ChemInform Abstract: Synthesis of Spiroisoindolinones by Palladium‐Catalyzed Heterocyclization of 2‐Iodobenzoyl Chloride with Ketimines.. ChemInform doi:10.1002/chin.199931141

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.