L-Lactic Acid adalah asam 2-hidroksipropanoat dengan konfigurasi L, yaitu enansiomer yang secara alami dihasilkan melalui jalur metabolisme dan fermentasi mikroba. Molekulnya sederhana namun sangat serbaguna karena memuat gugus karboksilat dan gugus hidroksil sekunder yang bertetangga, ditambah satu pusat kiral yang terdefinisi. Di laboratorium, senyawa ini berperan ganda: sebagai bahan bangunan kiral pada sintesis asimetris, sebagai monomer untuk polimer terurai hayati, sekaligus sebagai zat rujukan pada kajian biokimia dan pangan yang menelusuri keberadaan serta kadar laktat dalam sampel biologis maupun produk fermentasi.
Sifat yang menjadikannya pilihan utama adalah kemurnian enansiomerik yang terkendali, keterlarutan yang baik dalam air dan pelarut polar, serta reaktivitas dua gugus fungsi yang dapat diarahkan secara terpisah. Kombinasi gugus karboksilat dan hidroksil membuka jalan pada esterifikasi, amidasi, laktonisasi, hingga polikondensasi. Asam laktat juga bersifat higroskopis dan cenderung membentuk oligomer bila terpapar panas atau kehilangan air, sehingga pengendalian kondisi penyimpanan menjadi bagian penting dari pemanfaatannya. Karena berasal dari sumber alami, senyawa ini juga menarik bagi riset yang menekankan prinsip kimia hijau dan bahan baku terbarukan.
Di Indonesia, bahan ini banyak dipakai laboratorium teknologi pangan, bioteknologi fermentasi, teknik kimia, serta kelompok riset material yang mengembangkan poli(asam laktat) dan komposit terurai hayati. Laboratorium pengujian juga memanfaatkannya sebagai pembanding pada metode enzimatik maupun kromatografi untuk membedakan isomer L dan D. Kemasan 25 g dan 500 g memberi keleluasaan bagi laboratorium pendidikan yang memerlukan jumlah kecil maupun unit riset yang menjalankan percobaan polimerisasi berulang.
- Monomer sintesis poli(asam laktat) dan kopolimernya, karena gugus hidroksil dan karboksilatnya dapat berpolikondensasi membentuk rantai poliester yang terurai hayati dan banyak diteliti untuk kemasan.
- Bahan bangunan kiral pada sintesis asimetris, sebab konfigurasi L-nya berasal dari kolam kiral alami sehingga menghemat langkah pembentukan pusat stereogenik yang biasanya sulit dikendalikan.
- Standar pembanding pada analisis laktat, karena identitas enansiomernya jelas sehingga membantu memvalidasi metode enzimatik, elektroforesis kapiler, maupun kromatografi cair untuk sampel fermentasi.
- Komponen media dan penyangga pH pada riset mikrobiologi, mengingat laktat merupakan metabolit alami yang relevan bagi studi bakteri asam laktat dan perilaku pertumbuhannya.
- Riset formulasi dan bahan kosmetik skala laboratorium, karena asam hidroksi ini kerap dikaji sifat pelembap, keasaman, dan interaksinya dengan matriks formulasi pada percobaan pendahuluan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79-33-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 500 g |
| Bentuk fisik | bahan higroskopis, umumnya ditangani sebagai cairan kental; periksa keterangan lot pada label |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat |
Karena bersifat higroskopis, botol harus selalu ditutup rapat segera setelah digunakan dan disimpan di tempat sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Wadah kaca bertutup ulir dengan pelapis inert merupakan pilihan yang sesuai, dan sebaiknya hindari wadah logam karena sifat asamnya dapat memicu korosi. Lakukan penimbangan atau penakaran secepat mungkin untuk membatasi penyerapan uap air dari udara ruangan yang lembap. Bahan ini bersifat asam dan dapat mengiritasi kulit serta mata, sehingga sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium wajib dikenakan. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator, dan netralkan tumpahan dengan hati-hati sebelum dibuang mengikuti prosedur limbah kimia setempat.
- Baer dkk. (1999). Interactions between propionic acid bacteria and thermophilic lactic acid bacteria. Le Lait doi:10.1051/lait:199916
- Yamamoto (2022). Development of the Science of Lactic acid bacteria and Bifidobacteria. Japanese Journal of Lactic Acid Bacteria doi:10.4109/jslab.33.67
- In dkk. (2013). Antimicrobial Activities of Acetic Acid, Citric Acid and Lactic Acid against Shigella Species. Journal of Food Safety doi:10.1111/jfs.12025
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
