Lithium Perchlorate (LiClO₄) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia anorganik dan katalisis. Bahan ini memiliki sifat kimia yang kuat dan stabil, sehingga sering digunakan sebagai reagen dalam reaksi kimia dan sebagai katalis dalam proses kimia tertentu. Dalam laboratorium, lithium perklorat sering diaplikasikan dalam sintesis senyawa organik, reaksi redoks, serta dalam pembuatan bahan baku untuk baterai dan elektrolit.
Lithium perklorat memiliki sifat kimia yang sangat reaktif dan memiliki kemampuan untuk berperan sebagai oksidator kuat. Bahan ini juga memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga dapat digunakan dalam kondisi laboratorium yang memerlukan suhu tinggi. Keunggulan utama dari lithium perklorat adalah kemurniannya yang tinggi dan stabilitasnya dalam berbagai kondisi reaksi. Karena sifat ini, lithium perklorat menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang membutuhkan reagen berkualitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, lithium perklorat digunakan dalam berbagai penelitian dan pengembangan ilmiah, terutama dalam bidang kimia anorganik, katalisis, dan bahan kimia. Bahan ini juga sering digunakan dalam penelitian terkait energi, seperti dalam pembuatan baterai dan elektrolit. Karena kehandalannya dan kestabilannya, lithium perklorat menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi laboratorium di Indonesia.
- Penggunaan dalam sintesis senyawa organik sebagai reagen oksidator
- Pemakaian dalam reaksi redoks untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu
- Penelitian katalisis dalam proses kimia industri skala kecil
- Pengembangan bahan elektrolit untuk baterai lithium-ion
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa anorganik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7791-03-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan |
Lithium perklorat harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber air, karena dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan asam. Penyimpanan sebaiknya dilakukan dalam ruangan yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat reaktifnya, lithium perklorat harus disimpan terpisah dari bahan-bahan reduktor dan bahan organik.
- Sudha dkk. (1999). ChemInform Abstract: Chemoselective Aldol Condensation in 5 mol dm‐3 Lithium Perchlorate—Nitromethane. A Comparison with Lithium Perchlorate—Diethyl Ether Medium.. ChemInform doi:10.1002/chin.199928077
- (2000). Catalysis by Lithium Cation: Lithium Trifluoromethanesulfonate as a Substitute for Lithium Perchlorate in Cycloadditions. Synlett doi:10.1055/s-2000-6705
- Huo dkk. (2014). Effects of lithium perchlorate on the nucleation and crystallization of poly(ethylene oxide) and poly(ε-caprolactone) in the poly(ethylene oxide)–poly(ε-caprolactone)–lithium perchlorate ternary blend. CrystEngComm doi:10.1039/c3ce41715h
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
