Methyl 3-(2-Bromophenyl)propionate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintetik untuk membangun struktur molekul kompleks. Senyawa ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu, seperti derivat fenil atau senyawa dengan substitusi bromo.
Methyl 3-(2-Bromophenyl)propionate memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia. Senyawa ini juga memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi, reaksi hidrolisis, atau reaksi dengan berbagai reaktan lainnya. Karena sifat ini, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti di berbagai institusi, baik akademik maupun industri, untuk keperluan penelitian dan pengembangan senyawa baru. Ketersediaan produk ini memudahkan para peneliti dalam memenuhi kebutuhan bahan baku kimia yang spesifik.
- Sintesis senyawa organik dengan substitusi bromo untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen terhadap berbagai kondisi kimia
- Pengujian sifat kimia senyawa dalam penelitian material baru
- Pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 66191-86-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Methyl 3-(2-Bromophenyl)propionate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Selama penanganan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—
