TCI N0077 Nerol adalah monoterpen alkohol asiklik yang merupakan isomer geometri dari geraniol dan dikenal luas karena aroma bunga mawar yang lembut. Senyawa ini hadir secara alami dalam minyak atsiri berbagai tanaman aromatik seperti serai, mawar, dan neroli. Di laboratorium, nerol berfungsi sebagai standar pembanding dalam analisis minyak atsiri menggunakan kromatografi gas, sebagai bahan baku sintesis terpenoid, serta sebagai bahan kajian dalam pengembangan formulasi wewangian dan perisa.
Sifat yang membuat nerol banyak dipilih adalah keberadaan gugus hidroksil alilik primer yang reaktif dan mudah diubah menjadi aldehida, ester, atau turunan lain melalui oksidasi dan esterifikasi terkendali. Konfigurasi ikatan rangkapnya yang berbeda dari geraniol menjadikan pasangan senyawa ini contoh klasik untuk mempelajari pengaruh stereokimia terhadap aroma maupun reaktivitas. Berwujud cairan tak berwarna hingga kuning muda dengan bau khas, nerol praktis tidak larut dalam air namun bercampur baik dengan etanol dan pelarut organik umum, sehingga mudah diformulasikan pada berbagai sistem pelarut penelitian.
Laboratorium di Indonesia yang meneliti minyak atsiri memiliki kebutuhan besar terhadap standar terpenoid seperti nerol, mengingat posisi Indonesia sebagai produsen penting minyak atsiri seperti serai wangi, nilam, dan cengkeh. Standar bermutu diperlukan untuk identifikasi puncak kromatogram dan penetapan kadar komponen dalam rangka pengendalian mutu ekspor maupun riset agroindustri. Pilihan kemasan 25 mL dan 500 mL mengakomodasi baik kebutuhan analisis maupun percobaan sintesis berskala lebih besar.
- Standar pembanding pada analisis kromatografi gas minyak atsiri, karena waktu retensinya yang khas membantu identifikasi komponen monoterpen dalam sampel kompleks.
- Bahan baku sintesis terpenoid dan ester wangi, sebab gugus hidroksil aliliknya mudah diesterifikasi menjadi turunan seperti neril asetat yang bernilai dalam formulasi.
- Penelitian oksidasi selektif alkohol alilik, karena nerol menjadi substrat model yang baik untuk menguji kinerja katalis maupun reagen oksidator baru.
- Kajian hubungan struktur dan aroma, mengingat perbandingan langsung dengan geraniol memberi gambaran jelas tentang pengaruh konfigurasi ikatan rangkap terhadap persepsi bau.
- Uji aktivitas antimikroba senyawa atsiri, karena nerol kerap dievaluasi sebagai komponen aktif dalam penelitian pengawet alami dan bahan antimikroba nabati.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-25-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan tak berwarna hingga kuning muda dengan aroma khas |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, gelap, wadah tertutup rapat, hindari udara terbuka |
Nerol adalah cairan mudah menguap dengan aroma kuat, sehingga botol harus selalu ditutup rapat segera setelah digunakan agar tidak terjadi kehilangan bahan maupun penyebaran bau di ruang laboratorium. Simpan di tempat sejuk dan gelap, jauh dari sumber panas, percikan api, dan oksidator kuat. Sebagai alkohol terpena, senyawa ini rentan teroksidasi bila lama terpapar udara, sehingga penggunaan wadah asli berbahan kaca gelap sangat dianjurkan. Lakukan pemipetan di dalam lemari asam, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Tumpahan diserap dengan bahan penyerap inert dan dibuang sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia institusi.
- (1992). Nerol oxide. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/0278-6915(92)90256-k
- Mäki-Arvela dkk. (2005). Selectivity Enhancement by Catalyst Deactivation in Three-Phase Hydrogenation of Nerol. Industrial & Engineering Chemistry Research doi:10.1021/ie050191k
- (2006). OXIDATION OF NEROL TO NERAL WITH IODOSOBENZENE AND TEMPO. Organic Syntheses doi:10.15227/orgsyn.083.0018
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
