Linalool adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi kimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa alifatik yang umum, linalool memiliki struktur molekul kompleks yang membuatnya menjadi bahan penting dalam sintesis senyawa lain. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi kimia untuk membangun struktur molekul yang lebih besar, baik dalam penelitian maupun dalam pengembangan produk kimia. Dalam laboratorium, linalool berperan sebagai bahan baku yang sangat fleksibel, bisa digunakan dalam berbagai reaksi seperti esterifikasi, reduksi, atau reaksi substitusi.
Linalool memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai prekursor untuk senyawa aromatik dan alifatik lainnya. Karena sifatnya yang non-heterosiklik, senyawa ini cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan struktur molekul sederhana namun fleksibel. Selain itu, linalool memiliki aroma yang khas, yang membuatnya juga digunakan dalam aplikasi aroma dan kosmetik. Karena keberagaman aplikasinya, linalool menjadi pilihan yang sangat populer di berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, linalool sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa aromatik dan bahan baku industri. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan produk farmasi dan kosmetik, serta dalam penelitian tentang bahan baku alami. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, linalool menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
- Linalool digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk membangun struktur molekul kompleks.
- Bahan ini cocok untuk reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa aroma.
- Linalool sering dimanfaatkan dalam reaksi reduksi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur berbeda.
- Senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik untuk pengembangan bahan baku industri.
- Linalool juga diterapkan dalam pembuatan produk kosmetik karena aroma dan sifatnya yang stabil.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 78-70-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Linalool harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia, yang dilengkapi tutup yang kedap udara. Karena sifatnya yang volatil, linalool perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah penguapan. Selain itu, dalam laboratorium, bahan ini harus disimpan di area yang terpisah dari bahan kimia berbahaya lainnya. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker wajah sangat dianjurkan untuk memastikan keselamatan kerja.
- Koriem dkk. (2023). Linalool attenuates hypothalamus proteome disturbance facilitated by methamphetamine induced neurotoxicity in rats. NeuroToxicology doi:10.1016/j.neuro.2023.09.007
- Demyttenaere (1998). Biotransformation of linalool to furanoid and pyranoid linalool oxides by aspergillus niger. Phytochemistry doi:10.1016/s0031-9422(97)00688-2
- SOYSAL (2018). Linalool Baskılı Polimer Sentezi. Iğdır Üniversitesi Fen Bilimleri Enstitüsü Dergisi doi:10.21597/jist.415454
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
