Beta-Naphthoflavone adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori senyawa heterosiklik. Senyawa ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan studi struktur molekuler. Sebagai bahan dasar (building block), beta-naphthoflavone memainkan peran penting dalam pembentukan senyawa-senyawa dengan struktur aromatik dan heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan dalam reaksi substitusi, oksidasi, dan reaksi lain yang memerlukan kestabilan struktur molekuler.
Beta-Naphthoflavone memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi kimia berjalan secara efisien. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, seperti etil asetat dan etanol, yang memudahkan proses pemisahan dan pemanasan dalam eksperimen. Karena sifat tersebut, beta-naphthoflavone menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis senyawa.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, beta-naphthoflavone digunakan secara luas oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi serta lembaga penelitian. Senyawa ini menjadi bahan penting dalam eksperimen kimia dasar hingga penelitian lanjutan, terutama dalam bidang farmakologi dan kimia organik. Ketersediaan senyawa ini di pasar lokal membantu memudahkan akses dan penggunaan di berbagai laboratorium.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk studi struktur molekuler
- Reaksi substitusi aromatik dalam pembentukan senyawa baru
- Analisis kuantitatif senyawa dalam sampel biologis dan lingkungan
- Penelitian farmakologi untuk pengembangan obat baru
- Eksperimen kimia organik untuk studi mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6051-87-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Beta-Naphthoflavone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Senyawa ini juga perlu ditangani dengan hati-hati karena dapat bersifat iritatif.
- Cantoni dkk. (1995). Interferon beta reduces phenobarbital-and beta-naphthoflavone-mediated induction of cytochrome(s) P-450. Pharmacological Research doi:10.1016/1043-6618(95)87715-0
- R. Belton (2017). Aryl Hydrocarbon Receptor Activation via Beta Naphthoflavone Disrupts Mouse Mammary Gland Development during Lactogenesis. Toxicology: Open Access doi:10.4172/2476-2067.1000126
- Kessler (1997). Induction of a rat liver benzo[a]pyrene-trans-7,8-dihydrodiol glucuronidating activity by oltipraz and beta-naphthoflavone. Carcinogenesis doi:10.1093/carcin/18.1.107
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
