Alpha-Naphthoflavone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian ilmiah. Sebagai salah satu senyawa flavonoid, alpha-naphthoflavone memiliki struktur kompleks yang membuatnya menjadi bahan penting dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini sering digunakan dalam bidang kimia organik dan farmakologi untuk mempelajari reaktivitas dan sifat kimia senyawa kompleks. Dalam laboratorium, alpha-naphthoflavone sering dijadikan bahan dasar untuk pembuatan senyawa baru atau pengujian aktivitas biologis.
Alpha-Naphthoflavone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap sinar UV dan oksidasi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang berbeda tergantung pada pelarut yang digunakan, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi dalam eksperimen. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan kontrol presisi terhadap reaksi kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, alpha-naphthoflavone sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan farmakologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, toksisitas, dan interaksi molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini secara rutin.
- Pengujian aktivitas biologis senyawa flavonoid untuk penelitian farmakologi
- Sintesis senyawa heterosiklik dalam eksperimen kimia organik
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi
- Penelitian toksisitas dan efek samping senyawa kimia
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi obat atau bahan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 604-59-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berwarna putih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Alpha-Naphthoflavone harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung serta kelembapan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca yang tidak bereaksi dengan senyawa tersebut. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Yoshioka dkk. (2026). Alteration in maternal behaviors of mice exposed to alpha-naphthoflavone. Scientific Reports doi:10.1038/s41598-026-54287-5
- Flores-Pérez dkk. (2018). Apoptosis induction and inhibition of HeLa cell proliferation by alpha-naphthoflavone and resveratrol are aryl hydrocarbon receptor-independent. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/j.cbi.2017.12.029
- Santostefano dkk. (1993). alpha-Naphthoflavone-induced CYP1A1 gene expression and cytosolic aryl hydrocarbon receptor transformation.. Molecular Pharmacology doi:10.1016/s0026-895x(25)13600-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








