Neodiosmin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok flavonoid, yang memiliki struktur kompleks dan banyak manfaat dalam bidang kimia dan farmakologi. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi untuk mempelajari aktivitas biologisnya, seperti efek antioksidan dan kemampuannya dalam memengaruhi jalur metabolisme. Neodiosmin juga digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas farmakologis.
Neodiosmin memiliki sifat kimia yang stabil, serta kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul biologis. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan interaksi molekuler yang spesifik. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan analisis dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Neodiosmin digunakan dalam penelitian terkait kesehatan dan farmasi. Banyak institusi penelitian menggunakan bahan ini untuk studi tentang efek senyawa flavonoid terhadap kesehatan manusia, serta dalam pengembangan obat baru. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan kimia dan biokimia, sebagai contoh praktis dalam pembelajaran tentang senyawa organik kompleks.
- Analisis senyawa flavonoid dalam ekstrak tumbuhan untuk penelitian farmakologis
- Pengujian aktivitas antioksidan pada berbagai sampel biologis
- Sintesis senyawa turunan flavonoid untuk pengembangan obat baru
- Studi interaksi molekuler dalam proses metabolisme seluler
- Penelitian tentang efek Neodiosmin terhadap jalur inflamasi dan penyakit kronis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 38665-01-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung |
Neodiosmin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari kelembapan berlebihan. Selama penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan.
- Benavente-Garcia dkk. (1993). Changes in neodiosmin levels during the development of Citrus aurantium leaves and fruits. Postulation of a neodiosmin biosynthetic pathway. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf00035a020
- Del Rio dkk. (1992). Neodiosmin, a flavone glycoside of Citrus aurantium. Phytochemistry doi:10.1016/0031-9422(92)90076-3
- Chang dkk. (2024). Identification and Characterization of Glycosyltransferases Involved in the Biosynthesis of Neodiosmin. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/acs.jafc.3c09308
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
