Suberic Acid dari TCI (kode O0023), yang juga dikenal sebagai asam oktanadioat, adalah asam dikarboksilat alifatik dengan rantai delapan karbon dan gugus karboksil di kedua ujungnya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block bifungsional yang dapat bereaksi di dua sisi sekaligus. Karena itu, asam suberat banyak dipakai untuk membangun polimer rantai panjang, menyiapkan agen penaut silang, serta sebagai senyawa referensi dalam analisis metabolit dan asam organik.
Karakteristik yang membuat asam suberat dipilih adalah panjang rantai metilennya yang memberikan jarak tetap antara dua gugus reaktif. Jarak ini penting dalam desain penaut silang protein, misalnya turunan ester aktif dari asam suberat yang digunakan untuk menaut gugus amina. Dalam kimia polimer, sifat bifungsionalnya memungkinkan pembentukan poliester dan poliamida melalui reaksi kondensasi. Bentuknya yang padat juga memudahkan penimbangan yang akurat untuk pekerjaan stoikiometri yang teliti.
Laboratorium di Indonesia yang menggunakan asam suberat antara lain laboratorium kimia polimer dan material di perguruan tinggi, laboratorium biokimia yang menyiapkan reagen penaut silang, serta laboratorium analisis klinis atau metabolomik yang memerlukan standar asam dikarboksilat. Kemasan 25 g sudah memadai untuk sebagian besar kebutuhan penelitian, baik sebagai monomer dalam sintesis skala laboratorium maupun sebagai bahan pembanding dalam pengembangan metode analisis.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 8
- Sintesis poliester dan poliamida: sebagai asam dikarboksilat bifungsional, asam suberat dapat berkondensasi dengan diol atau diamina membentuk rantai polimer alifatik.
- Pembuatan agen penaut silang protein: asam suberat merupakan kerangka dasar penaut silang berbasis ester aktif yang menghubungkan dua gugus amina dengan jarak rantai tertentu.
- Standar analisis asam organik: identitas strukturnya yang jelas menjadikannya pembanding dalam kromatografi untuk mendeteksi asam dikarboksilat dalam sampel biologis atau lingkungan.
- Sintesis ester dan turunan amida: kedua gugus karboksilnya dapat diesterifikasi atau diamidasi untuk menghasilkan intermediat bifungsional dalam penelitian kimia organik.
- Penelitian material kristal dan ko-kristal: asam dikarboksilat ini mampu membentuk ikatan hidrogen berulang sehingga menarik untuk studi rekayasa kristal dan penyusunan jaringan supramolekul.
| Merek | TCI (kode produk O0023) |
|---|---|
| Nomor CAS | 505-48-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat pada suhu ruang, di tempat kering |
Simpan asam suberat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk pada suhu ruang, jauh dari basa kuat dan oksidator. Wadah kaca atau plastik tahan kimia yang dapat ditutup rapat sudah memadai. Saat menimbang, hindari pembentukan debu dan gunakan masker bila perlu, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium untuk mencegah iritasi pada mata dan kulit. Bersihkan tumpahan padatan secara mekanis dan pelajari Safety Data Sheet sebelum digunakan.
- Jung dkk. (2013). Effects of Polymers on the Cocrystallization of Adefovir Dipivoxil and Suberic Acid. Polymer Korea doi:10.7317/pk.2013.37.5.663
- Mikhailovskaya dkk. (2022). Synthesis of Cocrystals of Betulin with Suberic Acid and Study of Their Properties. Russian Journal of Bioorganic Chemistry doi:10.1134/s1068162022070184
- Kang dkk. (2019). Dietary Suberic Acid Protects Against UVB-Induced Skin Photoaging in Hairless Mice. Nutrients doi:10.3390/nu11122948
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
