Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 112-39-0

Methyl Palmitate, CAS 112-39-0, TCI P0006

Methyl Palmitate, CAS 112-39-0, TCI P0006

Identitas Kimia

No. CAS
112-39-0
PubChem
CID 8181·SID 87574289
Rumus molekul
C17H34O2
Berat molekul
270.5 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl hexadecanoate
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCC(=O)OC
InChIKey
FLIACVVOZYBSBS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Rp 352.800,00 Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Methyl Palmitate dari TCI (kode P0006) adalah metil ester dari asam palmitat, asam lemak jenuh rantai enam belas karbon (C16:0) yang banyak ditemukan di minyak nabati dan lemak hewani. Senyawa ini termasuk golongan fatty acid methyl ester (FAME), yaitu bentuk turunan asam lemak yang paling sering dipakai dalam analisis lipid. Di laboratorium, methyl palmitate berperan sebagai standar acuan, bahan model untuk penelitian lipid, dan senyawa pembanding saat peneliti perlu memastikan identitas puncak dalam kromatogram atau memvalidasi metode analisis asam lemak.

Methyl palmitate dipilih karena strukturnya sederhana dan sudah dikenal baik. Gugus esternya membuat senyawa ini lebih mudah menguap dibanding asam palmitat bebas, sehingga cocok untuk kromatografi gas tanpa perlakuan tambahan. Rantai jenuhnya membuatnya relatif stabil terhadap oksidasi dibanding ester asam lemak tak jenuh, jadi bisa disimpan lebih lama dan hasil analisisnya lebih konsisten. Kualitas reagen TCI yang terdokumentasi lewat sertifikat analisis juga membantu peneliti mempertanggungjawabkan data, terutama untuk kurva kalibrasi dan pelaporan hasil kuantitatif.

Di Indonesia, methyl palmitate sangat relevan karena asam palmitat adalah komponen utama minyak sawit. Laboratorium kampus, lembaga riset energi, dan laboratorium mutu industri oleokimia memakai senyawa ini untuk mengkarakterisasi biodiesel berbasis sawit, menganalisis profil asam lemak minyak goreng, dan meneliti proses transesterifikasi. Pilihan kemasan 25 g dan 250 g memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan, mulai dari standar analitik dalam jumlah kecil sampai bahan percobaan sintesis atau formulasi.

Brosur TCI (PDF)

  • Standar kromatografi gas (GC-FID/GC-MS): methyl palmitate dipakai untuk identifikasi waktu retensi dan kalibrasi kuantitatif karena merupakan FAME utama dalam sampel minyak nabati.
  • Riset biodiesel sawit: senyawa ini menjadi komponen model untuk mempelajari sifat bahan bakar, kinerja katalis transesterifikasi, dan kestabilan biodiesel berbasis minyak sawit.
  • Analisis profil asam lemak pangan: laboratorium mutu memakainya sebagai pembanding saat menetapkan kadar palmitat dalam minyak goreng, margarin, dan produk olahan lemak lainnya.
  • Penelitian lipid dan biokimia: methyl palmitate digunakan sebagai senyawa model ester asam lemak jenuh untuk studi enzim lipase, metabolisme lipid, dan interaksi lipid dengan membran.
  • Formulasi oleokimia dan material: senyawa ini berguna sebagai bahan uji dalam riset pelumas nabati, bahan penyimpan panas (phase change material), dan surfaktan turunan ester lemak.

Merek TCI (kode produk P0006)
Nomor CAS 112-39-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 25g, 250g
Bentuk fisik padatan berwarna putih pada suhu ruang (lihat label dan CoA untuk detail)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan methyl palmitate dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas dan bahan pengoksidasi kuat. Karena titik lelehnya rendah, bahan ini bisa melunak di ruangan yang panas, jadi hindari menaruhnya dekat jendela atau peralatan yang mengeluarkan panas. Saat menimbang, gunakan spatula bersih dan kering agar standar tidak terkontaminasi. Pakai sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pengaman, lalu baca Lembar Data Keselamatan (SDS) sebelum digunakan.

  • Hernández dkk. (2021). Modeling of the Interfacial Behavior of Carbon Dioxide + Methyl Myristate, Carbon Dioxide + Palmitate, and Carbon Dioxide + Methyl Myristate + Methyl Palmitate Mixtures Using CPA-EOS and Gradient Theory. International Journal of Thermophysics doi:10.1007/s10765-020-02788-4
  • Lockemann (1994). Interfacial tensions of the binary systems carbon dioxide-oleic acid, carbon dioxide-methyl myristate, and carbon dioxide-methyl palmitate and of the ternary system carbon dioxide-methyl myristate-methyl palmitate at high pressures. Chemical Engineering and Processing: Process Intensification doi:10.1016/0255-2701(94)01000-5
  • Lockemann (1994). High-pressure phase equilibria and densities of the binary mixtures carbon dioxide—oleic acid, carbon dioxide—methyl myristate, and carbon dioxide—methyl palmitate and of the ternary mixture carbon dioxide—methyl myristate—methyl palmitate. Chemical Engineering and Processing: Process Intensification doi:10.1016/0255-2701(94)90007-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.