Tridecanedioic Acid (TCA) adalah senyawa kimia yang berperan penting dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai asam dicarboxylic, TCA memiliki dua gugus karboksil yang dapat bereaksi dengan berbagai senyawa, seperti amina, alkohol, atau ester, untuk membentuk senyawa kompleks. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan polimer, pelarut, atau bahan kimia industri. Dalam laboratorium, TCA juga digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi esterifikasi dan pengikatan rantai molekuler.
Tridecanedioic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan dalam kondisi laboratorium yang beragam. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk padat, dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Karena sifat kimianya yang reaktif, TCA memungkinkan pembentukan senyawa dengan struktur kompleks dan beragam, yang sangat berguna dalam penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, Tridecanedioic Acid digunakan dalam berbagai penelitian dan pengembangan bahan kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan industri bahan kimia. Dengan sifat kimianya yang unik, TCA menjadi pilihan yang tepat untuk peneliti yang membutuhkan senyawa dengan kemampuan reaksi yang baik dan kestabilan struktur molekuler.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 8
- Sintesis senyawa polimer untuk pengembangan bahan komposit
- Pembuatan pelarut organik dalam reaksi kimia kompleks
- Reaksi esterifikasi untuk produksi senyawa ester
- Pengikatan rantai molekuler dalam sintesis senyawa organik
- Penelitian bahan kimia untuk aplikasi industri dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 505-52-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Tridecanedioic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, pastikan penggunaan dilakukan di area yang terkontrol dan dengan alat pelindung diri yang sesuai. Simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitas dan stabilitas senyawa.
- Makedonopoulou dkk. (1999). The Dimeric Complex of Beta-Cyclodextrin with 1,13-tridecanedioic acid. Supramolecular Chemistry doi:10.1080/10610279908048718
- Papaioannou dkk. (2002). Dielectric Relaxation of the β-Cyclodextrin Complexes with Tridecanoic Acid and 1,13-Tridecanedioic Acid. Journal of inclusion phenomena and macrocyclic chemistry doi:10.1023/a:1020450418262
- Cui dkk. (2004). Synthesis and characterization of novel polyamides based on tridecanedioic acid: Nylons 3 13, 5 13, 6 13, 7 13, 9 13, 10 13, 11 13. e-Polymers doi:10.1515/epoly.2004.4.1.784
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






