2-Bromo-4,6-dichloroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk produk kimia lainnya.
Karakteristik utama dari 2-Bromo-4,6-dichloroaniline adalah struktur molekulnya yang memiliki gugus bromo dan kloro di posisi tertentu, yang memberikan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi kondensasi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang membutuhkan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan lingkungan. Ketersediaannya dan keandalan kualitas menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian lokal.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi bromo dan kloro untuk pembuatan senyawa kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam lingkungan kimia
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia dan farmasi
- Eksperimen kimia organik untuk studi struktur dan sifat senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 697-86-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
2-Bromo-4,6-dichloroaniline harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang cukup stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaan wadah plastik atau gelas yang tahan terhadap reaksi kimia sangat disarankan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini.
—

