2,4-Dichloroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur amina yang aktif dan dua gugus klor pada posisi 2 dan 4, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bangunan (building block) untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
2,4-Dichloroaniline memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reaksi substitusi dan reduksi. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memungkinkan pembentukan senyawa baru melalui berbagai mekanisme reaksi seperti reaksi nitrasasi, sulfonasi, dan reaksi coupling. Sifat ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi dalam bidang medis dan industri. Ketersediaan produk yang berkualitas dan harga kompetitif juga mendukung penggunaannya secara luas.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan senyawa organik yang digunakan dalam industri bahan kimia
- Reaksi kimia untuk pengembangan material polimer dan komposit
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 554-00-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,4-Dichloroaniline harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia, serta jauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini bersifat beracun dan iritatif, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker. Penyimpanan dalam lingkungan sejuk dan kering sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kualitas senyawa. Selalu pastikan area kerja terkondisi dan terhindar dari kontaminasi silang.
- Sasikala dkk. (2017). Spectroscopic and non-linear optical studies of two novel optical limiters from dichloroaniline family crystals: 3,4-Dichloroaniline and 3,5-dichloroaniline. Optics & Laser Technology doi:10.1016/j.optlastec.2017.04.029
- Dong dkk. (2023). Development of Simultaneous Determination Method of Pesticide High Toxic Metabolite 3,4-Dichloroaniline and 3,5 Dichloroaniline in Chives Using HPLC-MS/MS. Foods doi:10.3390/foods12152875
- Soltani dkk. (2016). The interaction of 2,6-dichlorobenzylidene-2,4-dichloroaniline (2,6-DBDA) and 2,4-dichlorobenzylidene-2,4-dichloroaniline (2,4-DBDA) with single-walled carbon nanotube: A DFT study. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2015.10.018
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
