2,3-Dichloroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan derivat amina. Sebagai komponen penting dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks, 2,3-Dichloroaniline memiliki peran kritis dalam penelitian kimia organik, farmasi, dan material. Produk ini sangat berguna bagi para peneliti yang membutuhkan bahan baku untuk reaksi substitusi, reduksi, atau reaksi coupling.
Dengan struktur amina yang aktif dan substituen klorin di posisi 2 dan 3, 2,3-Dichloroaniline memiliki sifat kimia yang unik. Klorin pada posisi tersebut memberikan kestabilan kimia dan mengubah reaktivitas amina, sehingga memungkinkan reaksi yang lebih spesifik. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, menjadikannya pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi dalam laboratorium. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktif, senyawa ini sering dipilih dalam penelitian kimia organik.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2,3-Dichloroaniline digunakan secara luas dalam penelitian ilmu kimia, farmasi, dan teknologi material. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa obat, bahan polimer, dan senyawa organik lainnya. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, senyawa ini menjadi bagian penting dalam laboratorium penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang memerlukan substitusi amina
- Pembuatan obat-obatan dengan struktur kompleks dan aktivitas biologis
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa polimer
- Penelitian tentang reaktivitas amina dalam kondisi tertentu
- Pengembangan bahan material dengan sifat kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 608-27-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,3-Dichloroaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini bersifat kimia yang aktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan untuk mempertahankan stabilitas kimia. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar udara bebas untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan.
- Sasikala dkk. (2017). Spectroscopic and non-linear optical studies of two novel optical limiters from dichloroaniline family crystals: 3,4-Dichloroaniline and 3,5-dichloroaniline. Optics & Laser Technology doi:10.1016/j.optlastec.2017.04.029
- Hertl dkk. (1993). Bioconcentration and metabolism of 3,4-dichloroaniline in different life stages of guppy and zebrafish. Chemosphere doi:10.1016/0045-6535(93)90134-q
- Dong dkk. (2023). Development of Simultaneous Determination Method of Pesticide High Toxic Metabolite 3,4-Dichloroaniline and 3,5 Dichloroaniline in Chives Using HPLC-MS/MS. Foods doi:10.3390/foods12152875
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
