2,5-Dichloroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus klor pada posisi 2 dan 5, yang memberikan sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi coupling.
Karena struktur kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi, 2,5-Dichloroaniline menjadi pilihan utama dalam penelitian sintesis senyawa kompleks. Sifat kimianya yang dapat diprediksi dan reaktivitas yang terkendali membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam laboratorium kimia. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan isolasi.
Di laboratorium Indonesia, 2,5-Dichloroaniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri. Dengan sifatnya yang konsisten dan ketersediaan yang baik, senyawa ini sangat relevan untuk kebutuhan penelitian di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa kompleks
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengujian sifat kimia dalam analisis struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-82-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berupa kristal atau serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,5-Dichloroaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat korosif dan beracun, sehingga harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat memastikan stabilitas senyawa dan mengurangi risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
- Sasikala dkk. (2017). Spectroscopic and non-linear optical studies of two novel optical limiters from dichloroaniline family crystals: 3,4-Dichloroaniline and 3,5-dichloroaniline. Optics & Laser Technology doi:10.1016/j.optlastec.2017.04.029
- Avilova dkk. (1998). Glucuronides, a possible urinary marker of nephrotoxicity and an indicator of exposure to 2,6-dichloroaniline in rats. Toxicology Letters doi:10.1016/s0378-4274(98)80755-8
- Dong dkk. (2023). Development of Simultaneous Determination Method of Pesticide High Toxic Metabolite 3,4-Dichloroaniline and 3,5 Dichloroaniline in Chives Using HPLC-MS/MS. Foods doi:10.3390/foods12152875
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
