3,4-Dichloroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini merupakan bahan dasar (building block) yang sangat penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam laboratorium, 3,4-Dichloroaniline sering digunakan sebagai prekursor dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi coupling, seperti dalam sintesis obat, bahan kimia industri, dan bahan polimer.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik yang stabil dan memiliki dua gugus klor pada posisi 3 dan 4 pada anilina. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan substitusi atau modifikasi pada rantai aromatik. Karena sifat kimianya yang reaktif, 3,4-Dichloroaniline menjadi pilihan utama dalam penelitian sintesis senyawa kompleks.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 3,4-Dichloroaniline sering digunakan oleh peneliti kimia, farmasi, dan industri kimia. Bahan ini mendukung penelitian dan pengembangan produk baru, termasuk obat-obatan dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses bagi para peneliti dan institusi riset.
- Sintesis senyawa heterosiklik seperti derivat anilina yang digunakan dalam farmakologi
- Pembuatan bahan polimer dengan struktur kompleks melalui reaksi coupling
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk modifikasi rantai aromatik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan pelarut
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-76-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3,4-Dichloroaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya yang aktif, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidator atau reduktor. Penyimpanan yang tepat memastikan keamanan dan kualitas bahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
- Sasikala dkk. (2017). Spectroscopic and non-linear optical studies of two novel optical limiters from dichloroaniline family crystals: 3,4-Dichloroaniline and 3,5-dichloroaniline. Optics & Laser Technology doi:10.1016/j.optlastec.2017.04.029
- Avilova dkk. (1998). Glucuronides, a possible urinary marker of nephrotoxicity and an indicator of exposure to 2,6-dichloroaniline in rats. Toxicology Letters doi:10.1016/s0378-4274(98)80755-8
- Dong dkk. (2023). Development of Simultaneous Determination Method of Pesticide High Toxic Metabolite 3,4-Dichloroaniline and 3,5 Dichloroaniline in Chives Using HPLC-MS/MS. Foods doi:10.3390/foods12152875
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

