3-Chloropyrazine-2-carboxamide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari cincin pyrazine dengan substituen kloro dan karbamat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa-senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Karena struktur kimianya yang unik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan farmakologi.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Keberadaan kloro dan karbamat dalam struktur molekulnya memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam sintesis senyawa kompleks dengan aplikasi medis atau industri.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian ilmiah di berbagai institusi seperti universitas dan lembaga riset. Karena kebutuhan akan senyawa bahan dasar dalam sintesis senyawa aktif biologis, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di laboratorium-laboratorium yang fokus pada bidang farmakologi dan kimia organik.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Penelitian aktivitas biologis senyawa kimia kompleks
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses sintesis farmakologis
- Uji reaktivitas senyawa kimia dalam reaksi organik
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 21279-62-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifat reaktifnya, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan.
—
