2-Amino-5-chloropyrazine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan struktur pyrazine sebagai kerangka dasar. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan kimia organik.
Karakteristik utama dari 2-Amino-5-chloropyrazine adalah kestabilannya dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur yang cukup sederhana namun sangat fleksibel, sehingga mudah dimodifikasi untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik dan farmakologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakannya sebagai bahan dasar dalam pengembangan obat baru dan senyawa kimia lainnya. Karena sifatnya yang khas, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di banyak laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi pada struktur pyrazine untuk modifikasi senyawa
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia kompleks
- Pembuatan bahan intermediet dalam sintesis senyawa farmakologis
- Uji keterikatan senyawa dengan berbagai gugus fungsional lainnya
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 33332-29-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya |
2-Amino-5-chloropyrazine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi.
—
