2-Amino-3-chloropyrazine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur dasar pyrazine dengan substituen amina dan kloro, sehingga sangat relevan dalam pengembangan senyawa farmakologis dan kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun molekul kompleks melalui reaksi substitusi atau reaksi coupling.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Amino-3-chloropyrazine menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi sintetik. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina dan dimetilsulfoxida, yang memudahkan proses pemrosesan dan isolasi. Sifat kimia ini menjadikannya sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian kimia organik dan farmasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti di bidang kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi bagian integral dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, senyawa pestisida, dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses bagi para peneliti dan institusi pendidikan.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa farmakologis
- Penelitian kimia organik dalam bidang farmasi
- Pengembangan bahan pestisida dan insektisida
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6863-73-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara terbuka. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah akumulasi uap.
—

