Ethyl 3-Oxo-3-(4-chlorophenyl)propionate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar untuk pembuatan senyawa kompleks. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam reaksi substitusi, esterifikasi, atau reaksi lain yang melibatkan grup fungsional seperti ester dan aromatik.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan keberagaman reaktivitasnya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Sifatnya yang stabil dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reagen membuatnya sangat fleksibel dalam aplikasi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik dalam pembuatan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmu kimia, farmasi, dan industri kimia. Peneliti dan ilmuwan lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis, agraria, atau bahan kimia. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan akses bagi para peneliti yang membutuhkan bahan baku berkualitas.
- Reaksi sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan bahan kimia industri
- Pembuatan senyawa farmakologis sebagai bahan baku dalam penelitian obat
- Esterifikasi untuk pengembangan bahan baku dalam produksi bahan kimia organik
- Reaksi substitusi dalam penelitian struktur molekul kompleks
- Pengujian sifat kimia untuk karakterisasi senyawa baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2881-63-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Penyimpanan dalam lingkungan yang stabil akan meminimalkan degradasi senyawa. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selalu pastikan area kerja terhindar dari percikan atau kontak langsung dengan kulit.
—
