Echinocystic Acid adalah senyawa alami yang berasal dari tanaman tertentu, sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini memiliki aktivitas biologis yang menarik, seperti antiinflamasi dan antitumor, sehingga menjadi bahan penting dalam eksperimen terkait farmakologi dan biokimia. Dalam laboratorium, Echinocystic Acid digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai agen uji dalam penelitian obat. Karena sifatnya yang kompleks dan potensinya dalam bidang medis, senyawa ini sering dijadikan bahan penelitian untuk mengembangkan terapi baru atau memahami mekanisme penyakit.
Echinocystic Acid memiliki struktur kimia unik yang memungkinkan interaksi dengan berbagai target biologis. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam bentuk kristal atau serbuk, dengan tingkat kemurnian yang cukup tinggi untuk keperluan penelitian. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terurai, Echinocystic Acid mudah disimpan dan digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Ketersediaannya dalam bentuk kecil seperti 25mg juga memudahkan peneliti dalam penggunaan yang presisi.
Di laboratorium Indonesia, Echinocystic Acid digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang farmakologi dan biokimia. Bahan ini sering dipilih karena ketersediaannya yang relatif mudah dan keandalan hasil eksperimennya. Peneliti di Indonesia juga memanfaatkan senyawa ini untuk studi terkait aktivitas antioksidan dan efeknya terhadap sel kanker, yang menjadi fokus penelitian saat ini.
- Penelitian farmakologi untuk mengevaluasi efek antiinflamasi dan antitumor
- Uji aktivitas biologis senyawa alami dalam pengembangan obat baru
- Sintesis senyawa kimia kompleks untuk aplikasi medis dan industri
- Studi tentang mekanisme aksi senyawa alami dalam sistem biologis
- Analisis komposisi kimia tanaman sebagai bahan baku obat tradisional
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 510-30-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 25mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Echinocystic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari kelembapan berlebihan. Karena sifatnya yang kimia relatif stabil, penanganannya tidak terlalu rumit, tetapi tetap perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi. Dalam laboratorium, senyawa ini biasanya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia.
- TONG (2004). Echinocystic acid induces apoptosis in HL-60 cells through mitochondria-mediated death pathway. Cancer Letters doi:10.1016/s0304-3835(04)00238-1
- Joh dkk. (2011). Echinocystic acid inhibits acute-lung injury by inhibiting TLR4/LPS complex formation. Planta Medica doi:10.1055/s-0031-1282772
- Sahu dkk. (1994). Anti-inflammatory triterpene saponins of Pithecellobium dulce: Characterization of an echinocystic acid bisdesmoside. Phytochemistry doi:10.1016/s0031-9422(00)90425-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
