Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 142-62-1

Hexanoic Acid, CAS 142-62-1, TCI H0105

Hexanoic Acid, CAS 142-62-1, TCI H0105

Identitas Kimia

No. CAS
142-62-1
PubChem
CID 8892·SID 87570551
Rumus molekul
C6H12O2
Berat molekul
116.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hexanoic acid
SMILES
CCCCCC(=O)O
InChIKey
FUZZWVXGSFPDMH-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004421
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Hexanoic Acid, yang juga dikenal sebagai asam kaproat, merupakan asam lemak jenuh berantai sedang dengan enam atom karbon dan satu gugus karboksil di ujung rantai. Senyawa ini menjadi salah satu bahan rujukan penting di laboratorium kimia organik dan analisis pangan, baik sebagai pereaksi untuk pembentukan ester, amida, dan asil klorida, maupun sebagai senyawa standar dalam identifikasi profil asam lemak. Posisinya di kategori Non-Heterocyclic Building Blocks menegaskan perannya sebagai bahan dasar yang dipakai untuk membangun molekul turunan yang lebih kompleks.

Sifat yang membuat asam heksanoat banyak dipilih adalah karakter amfifiliknya: gugus karboksil yang polar berpadu dengan rantai alkil yang bersifat nonpolar. Kombinasi tersebut membuatnya larut baik dalam pelarut organik sekaligus mampu berinteraksi dengan fase berair, sehingga fleksibel dipakai dalam berbagai sistem reaksi dan ekstraksi. Bentuknya berupa cairan berminyak dengan bau tajam yang khas, sehingga penanganannya lazim dilakukan di dalam lemari asam. Keasaman gugus karboksilnya memungkinkan reaksi netralisasi, esterifikasi Fischer, maupun aktivasi menjadi turunan asil yang lebih reaktif.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering hadir pada riset pangan dan fermentasi, laboratorium analisis minyak dan lemak, serta kegiatan sintesis di perguruan tinggi. Asam heksanoat juga kerap dipakai sebagai bahan pembanding ketika menelusuri senyawa hasil fermentasi pada produk lokal. Kemasan 25 mL memadai untuk keperluan analisis dan percobaan skala kecil, sedangkan 500 mL mendukung sintesis rutin atau kelas praktikum dengan peserta banyak.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis ester heksanoat melalui esterifikasi dengan berbagai alkohol, karena gugus karboksilnya mudah diaktifkan dengan katalis asam atau reagen penggandeng.
  • Senyawa standar pada analisis kromatografi asam lemak rantai sedang, sebab identitasnya jelas sehingga membantu penentuan waktu retensi dan kalibrasi.
  • Bahan baku pembuatan turunan asil seperti asil klorida dan amida, yang selanjutnya dipakai membangun molekul target dalam sintesis bertahap.
  • Kajian fermentasi dan metabolit mikroba, karena asam ini termasuk produk metabolisme yang lazim ditelusuri pada sampel pangan dan kultur.
  • Pengaturan dan pengujian sistem berbasis asam lemak, sebab rantai C6 menjadi model sederhana untuk mempelajari perilaku asam karboksilat berantai panjang.

Merek TCI (kode produk H0105)
Nomor CAS 142-62-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan dengan bau tajam khas
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan berventilasi

Simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam botol asli yang tertutup rapat agar bau tajamnya tidak menyebar ke ruang laboratorium. Botol kaca atau wadah tahan asam organik lebih dianjurkan dibanding wadah plastik biasa. Seluruh pemindahan dan penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam karena uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator, sediakan bahan penyerap bila terjadi tumpahan, serta pastikan wadah kerja diberi label yang jelas.

  • (2006). Hexanoic acid (ϵ-Amino-n-caproic acid, Caproic acid, 6-Aminocaproic acid). Cold Spring Harbor Protocols doi:10.1101/pdb.caut436
  • (2006). ϵ-Amino-n-caproic acid (6-Aminocaproic acid, Hexanoic acid, Caproic acid). Cold Spring Harbor Protocols doi:10.1101/pdb.caut140
  • Kumar dkk. (2016). Photoluminescence study of oleic acid capped and hexanoic acid washed CdS quantum dots. RSC Advances doi:10.1039/c6ra04766a

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.