TCI L0050 Linolenic Acid adalah asam lemak tak jenuh ganda berantai panjang yang memiliki tiga ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya. Dalam katalog ini, senyawa tersebut dikategorikan sebagai reagen penelitian titik kuantum koloid, karena asam lemak rantai panjang memainkan peran kunci sebagai ligan permukaan dalam sintesis nanokristal. Di laboratorium, bahan ini digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan partikel, menstabilkan dispersi koloid, dan mengatur sifat antarmuka nanomaterial, di samping penggunaannya sebagai standar dalam analisis lipid.
Keunggulan asam linolenat sebagai reagen terletak pada struktur amfifiliknya. Gugus karboksilat di salah satu ujung dapat berikatan kuat dengan permukaan logam pada inti nanokristal, sementara rantai hidrokarbon panjang yang tak jenuh menjulur ke arah pelarut dan mencegah partikel saling menggumpal. Tiga ikatan rangkap dengan konfigurasi cis membuat rantainya membengkok, sehingga lapisan ligan yang terbentuk lebih longgar dan lebih fleksibel dibandingkan asam lemak jenuh; hal ini memengaruhi kerapatan pengemasan ligan serta kelarutan nanopartikel dalam pelarut nonpolar. Wujudnya yang cair pada suhu ruang juga memudahkan penakaran dan pencampuran ke dalam sistem reaksi bersuhu tinggi.
Di Indonesia, reagen ini digunakan pada laboratorium ilmu material, fisika, dan kimia yang menekuni nanomaterial, fotovoltaik, serta perangkat optoelektronik, di samping laboratorium pangan dan gizi yang menganalisis profil asam lemak. Kemasan 25 mL sesuai untuk penelitian skala laboratorium yang menekankan ketelitian penakaran ligan pada setiap batch sintesis nanokristal.
- Ligan permukaan sintesis titik kuantum, karena gugus karboksilatnya mengikat permukaan nanokristal sehingga mengendalikan laju pertumbuhan dan ukuran akhir partikel.
- Penstabil dispersi koloid nanopartikel, sebab rantai hidrokarbon panjangnya menciptakan halangan sterik yang mencegah agregasi partikel dalam pelarut nonpolar.
- Standar acuan analisis profil asam lemak, karena strukturnya terdefinisi jelas sehingga membantu identifikasi puncak pada kromatografi gas sampel minyak dan lemak.
- Bahan kajian oksidasi lipid, sehingga peneliti dapat menelusuri mekanisme dan laju peroksidasi pada asam lemak dengan banyak ikatan rangkap terkonjugasi maupun tidak.
- Modifier antarmuka material nano, karena lapisan ligannya menentukan kompatibilitas nanopartikel ketika dipadukan ke dalam matriks polimer atau tinta cetak.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 463-40-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan berminyak |
| Penyimpanan | simpan dingin, terlindung cahaya, dan sebaiknya di bawah gas inert sesuai anjuran label |
Asam linolenat sangat peka terhadap oksidasi karena memiliki banyak ikatan rangkap, sehingga penyimpanan dingin dalam wadah kaca tertutup rapat yang terlindung dari cahaya sangat dianjurkan. Bila memungkinkan, ruang kosong pada botol dibilas dengan gas inert seperti nitrogen atau argon sebelum ditutup untuk memperlambat pembentukan peroksida. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun ke dalam bahan. Hindari kontak dengan oksidator kuat, gunakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta ambil bahan seperlunya dengan alat bersih dan kering.
- (2009). Linolenic Acid Deficiency In Man. Nutrition Reviews doi:10.1111/j.1753-4887.1982.tb05292.x
- Krištofíková dkk. (1995). Changes of γ-linolenic acid content inRhizopus arrhizus duringl(+)-lactic acid fermentation. Folia Microbiologica doi:10.1007/bf02815421
- Kishino dkk. (2009). Microbial production of conjugated γ-linolenic acid from γ-linolenic acid byLactobacillus plantarumAKU 1009a. Journal of Applied Microbiology doi:10.1111/j.1365-2672.2009.04609.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
