Methyl Linoleate adalah ester metil dari asam linoleat, yaitu asam lemak tak jenuh ganda berantai delapan belas karbon yang banyak ditemukan pada minyak nabati. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai salah satu anggota penting kelompok fatty acid methyl ester (FAME) yang menjadi tulang punggung analisis profil lipid. Peneliti memanfaatkannya sebagai senyawa acuan untuk mengidentifikasi puncak kromatografi, sebagai substrat model dalam kajian oksidasi lipid, serta sebagai bahan awal dalam sintesis turunan asam lemak yang lebih kompleks.
Karakteristik yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah kehadiran dua ikatan rangkap terkonjugasi-tak-langsung pada rantai hidrokarbonnya, yang menjadikannya sangat reaktif terhadap oksigen dan cahaya. Justru sifat inilah yang membuatnya ideal sebagai model reaksi autooksidasi, peroksidasi lipid, dan pengujian daya kerja antioksidan. Bentuknya yang berupa cairan pada suhu ruang memudahkan penakaran volumetrik dan pelarutan dalam pelarut organik nonpolar, sementara gugus ester metilnya memberikan volatilitas yang sesuai untuk pemisahan berbasis kromatografi gas tanpa perlu derivatisasi tambahan.
Di laboratorium Indonesia, Methyl Linoleate kerap digunakan oleh kelompok riset pangan dan teknologi hasil pertanian yang menelaah stabilitas minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak biji-bijian lokal. Laboratorium bahan bakar nabati memakainya sebagai pembanding dalam karakterisasi biodiesel, sedangkan laboratorium farmasi dan gizi memanfaatkannya untuk menguji potensi antioksidan dari ekstrak tanaman. Ketersediaan kemasan kecil membuatnya praktis bagi laboratorium pendidikan yang membutuhkan standar analisis dalam jumlah terbatas.
- Standar kromatografi gas untuk analisis FAME, karena waktu retensinya menjadi acuan identifikasi asam linoleat pada minyak dan lemak sampel nyata.
- Model peroksidasi lipid dalam uji antioksidan, sebab ikatan rangkap gandanya mudah teroksidasi sehingga perubahan hasilnya terukur jelas dan berulang.
- Bahan awal sintesis turunan asam lemak, mengingat gugus ester dan ikatan rangkapnya sama-sama terbuka untuk reaksi transesterifikasi maupun adisi.
- Pembanding kualitas biodiesel pada riset bahan bakar nabati, karena komposisi FAME menentukan sifat aliran dingin dan stabilitas oksidasi bahan bakar.
- Substrat uji aktivitas enzim lipase dan lipoksigenase, sehingga peneliti dapat mengukur laju katalisis enzim terhadap substrat lipid tak jenuh secara kuantitatif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-63-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan dingin, terlindung dari cahaya dan udara |
Karena sangat rentan terhadap oksidasi, bahan ini sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin di dalam botol kaca berwarna gelap yang tertutup rapat, dengan ruang kepala botol dibilas gas inert seperti nitrogen atau argon sebelum ditutup kembali. Hindari penyimpanan berdekatan dengan oksidator kuat maupun sumber panas. Lakukan pemindahan cairan di area berventilasi baik atau lemari asam, gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata. Biarkan botol mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalam wadah.
- Jiang dkk. (1998). Comparing Methylene Blue-Photosensitized Oxidation of Methyl-Conjugated Linoleate and Methyl Linoleate. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf9704017
- Yamauchi dkk. (1998). Reaction of α‐tocopherol in heated bulk phase in the presence of methyl linoleate (13S)‐hydroperoxide or methyl linoleate. Lipids doi:10.1007/s11745-998-0182-1
- Tichonov dkk. (2010). Natural polyphenols as chain‐breaking antioxidants during methyl linoleate peroxidation. European Journal of Lipid Science and Technology doi:10.1002/ejlt.200900282
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
