Malonic acid (asam malonat) adalah senyawa organik yang memiliki peran penting dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai asam kuat, senyawa ini sering digunakan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi. Malonic acid juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, industri, dan penelitian. Karena sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi, malonic acid menjadi bahan yang sangat diminati dalam berbagai eksperimen kimia.
Salah satu karakteristik utama malonic acid adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai donor proton dan sebagai bahan pengatur pH. Senyawa ini memiliki struktur karbonil yang memungkinkannya berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi Diels-Alder, reaksi katalitik, dan reaksi hidrolisis. Selain itu, malonic acid memiliki titik leleh yang relatif tinggi dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai kondisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, malonic acid sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi pendidikan dan lembaga penelitian menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik, analisis kualitatif, dan pengujian reaktivitas bahan kimia. Ketersediaan dan keandalan produk seperti TCI M0028 141-82-2 menjadikannya pilihan yang tepat untuk kebutuhan laboratorium lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 8
- Malonic acid digunakan dalam sintesis senyawa organik karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.
- Senyawa ini cocok untuk reaksi esterifikasi karena sifat asamnya yang kuat.
- Malonic acid sering digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion logam tertentu.
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan senyawa farmakologis sebagai bahan baku.
- Malonic acid menjadi pilihan dalam eksperimen kimia murni untuk mempelajari reaktivitas senyawa organik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 141-82-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Malonic acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena sifatnya yang reaktif, produk ini harus dihindari dari kontak dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- Taubert dkk. (2014). Effect of composition of post etch residues (PER) on their removal in choline chloride–malonic acid deep eutectic solvent (DES) system. Microelectronic Engineering doi:10.1016/j.mee.2012.12.009
- Harbridge dkk. (2003). Electron spin relaxation of radicals in γ-irradiated malonic acid and methyl malonic acid. Applied Magnetic Resonance doi:10.1007/bf03166928
- (2023). Cu(II), Ni(II) and Co(II) Complexes of Malonic Acid Dihydrazide with Bis-BrSalicylhydrazone. Advances in Neurology and Neuroscience doi:10.33140/an.06.02.05
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
